DPRD Jawa Tengah Gelar Rapat Paripurna, Bahas Penyampaian LKPj Gubernur 2025
Vincentius Jyestha Candraditya April 01, 2026 03:14 PM

TRIBUNSOLO.COM – DPRD Provinsi Jateng menggelar rapat paripurna di penghujung Maret, tepatnya Selasa (31/3/2026).

Beberapa agenda dibahas, salah satunya penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Tahun Anggaran 2025.

Kemudian, dibahas pula mengenai pembentukan Panitia Khusus (Pansus) LKPj 2025. Agenda terakhir yakni Laporan Reses Masa Persidangan Kedua 2025-2026.

Rapat itu sendiri dipimpin Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto didampingi 3 wakilnya.

Diantaranya Heri Pudyatmoko, Muhammad Saleh, dan Setya Arinugraha.

RAPAT PARIPURNA - Pimpinan DPRD Jawa Tengah dalam rapat paripurna
RAPAT PARIPURNA - Pimpinan DPRD Jawa Tengah dalam rapat paripurna yang juga dihadiri gubernur, wagub, serta beberapa OPD, Selasa (31/3/2026). Beberapa agenda dibahas, salah satunya penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Tahun Anggaran 2025.

“Memasuki acara pertama rapat paripurna pada hari ini adalah penyampaian LKPj Gubernur Jateng Tahun Anggaran 2025. Kepada Saudara Gubernur, dipersilahkan,” kata Sumanto mempersilahkan Ahmad Luthfi untuk menyampaikan sambutannya.

Dihadapan Anggota Dewan, Gubernur Jateng menyampaikan sejumlah hal mengenai pelaksanaan pemerintahan pada tahun lalu.

Dikatakan, capaian kinerja pada 2025 difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat dengan beberapa fokus kebijakan. 

“Fokus kebijakan untuk pembangunan infrastruktur yakni jalan, jembatan, sekolah, teknologi/ data, dan penyediaan air untuk petani,” kata Ahmad Luthfi.

Dipaparkannya pula, kinerja keuangan daerah diantaranya Pendapatan Daerah 2025 yang terealisir Rp 23,76 triliun atau 96,38 persen.

Baca juga: Komisi E DPRD Jateng Ajak Warga Melek Bencana di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

Upaya optimalisasinya seperti pengelolaan piutang daerah, optimalisasi manajemen aset barang milik daerah, perbaikan tata kelola dan restrukturisasi unit bisnis BUMD, serta peningkatan penerimaan pajaj dan retribusi daerah berbasis potensi wilayah.

Untuk Belanja Daerah 2025, dari target Rp 25,23 triliun tercapai Rp 23,87 triliun atau 94,61 persen.

Ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, kualitas SDM, keberlanjutan SDA, dan peningkatan tata kelola pemerintahan serta dukungan priorita pembangunan nasional.

“Pembiayaan Daerah Netto 2025 dari target Rp 577,01 miliar tercapai Rp 577,04 miliar atau 101,01 persen,” paparnya.

Usai penyampaian gubernur, agenda kedua yakni pembentukan Pansus LKPj Gubernur 2025.

Dalam pembentukan itu, Tugiman B. Semita dari Fraksi PKS DPRD Provinsi Jateng menjabat sebagai Ketua Pansus dan I Putu Dody dari Fraksi Partai Demokrat sebagai Wakil Ketua Pansus.

Untuk agenda terakhir, penyerahan Laporan Reses dari masing-masing fraksi kepada Pimpinan Dewan (Pimwan) dan Gubernur. Dimulai dari Fraksi PDI Perjuangan, PKB, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKS, PPP, Partai Demokrat, dan Fraksi Partai Amanat NasDem Solidaritas.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.