Pendaki Eropa Antusias ke Gunung Rinjani Meski Terkendala Penerbangan Akibat Konflik Timur Tengah
Wahyu Widiyantoro April 01, 2026 04:20 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pendakian Gunung Rinjani resmi dibuka lagi mulai hari ini Rabu 1 April 2026. 

Kunjungan di awal pembukaan ini didominasi wisatawan nusantara. 

Meski demikian, ada juga wisatawan mancanegara yang tercatat akan memasuki kawasan Rinjani. 

Kepala Sub Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardi Arisno, menyebut meskipun terjadi dinamika geopolitik global, antusiasme wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa, masih cukup tinggi meski ada beberapa penyesuaian jadwal.

"Ada kemungkinan sedikit berpengaruh. Wisatawan dari Eropa atau luar negeri mungkin ada yang reschedule jadwal mereka atau cancel, tapi tetap berminat mendaki ke Rinjani. Untuk hari ini saja, yang lewat di Sembalun, ada wisatawan dari Belanda sekitar 30 pendaki dan dari Jerman sekitar 20 pendaki," ungkap Astekita.

Ia menjelaskan bahwa dari data yang masuk, terdata sekitar 160 wisatawan mancanegara yang akan mendaki untuk satu minggu ke depan. 

Baca juga: Jalur Sembalun Masih Jadi Favorit Pendaki Gunung Rinjani di Awal Pembukaan Pendakian

Terkendala Jadwal Penerbangan

Namun, beberapa di antaranya terpaksa menunda kedatangan karena terkendala jadwal penerbangan.

"Sebenarnya mereka sudah booking untuk awal April ini, tapi karena penerbangan, mereka me-rested dulu untuk datang ke Rinjani. Namun, untuk wisatawan nusantara, minatnya justru cukup besar. Di empat hari pertama ini juga penuh," jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Jalur Pendakian Sembalun, Lombok Timur masih menjadi favorit pendaki.

Astekita mengatakan bahwa pendaki sudah mulai berdatangan untuk melakukan proses registrasi sejak pagi.

"Pagi ini pendaki sudah mulai berdatangan untuk proses check-in. Di Sembalun cukup ramai, dari data kita ada sekitar 370 calon pendaki yang akan lewat dari Sembalun," ujar Astekita.

Astekita menjelaskan bahwa pembukaan kali ini dilakukan serentak di enam jalur pendakian, yaitu Sembalun, Torean, dan jalur lainnya. 

Terbanyak via Sembalun

PENDAKI RINJANI - Pendaki antre melakukan registrasi di kantor resor Balai TNGR Sembalun, Lombok Timur, pada Rabu (1/4/2026).
PENDAKI RINJANI - Pendaki antre melakukan registrasi di kantor resor Balai TNGR Sembalun, Lombok Timur, pada Rabu (1/4/2026). (TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar)

Meskipun dibuka serentak, dominasi jumlah pendaki tertumpu di jalur Sembalun dengan hampir 370 pendaki. 

Sementara itu, jalur selatan juga mencatatkan sekitar 50 calon pendaki yang akan memulai pendakian.

"Jalur selatan juga menjadi favorit dengan sekitar 50 calon pendaki. Namun, yang paling ramai memang di Sembalun, hampir 370 pendaki," tambahnya.

Ia mengungkapkan jumlah bertambah mencapai 500 pendaki di hari pertama ini.

"Kita mungkin tambahan hingga 500 pendaki untuk awal ini dan kemungkinan empat hari kedepan masih didominasi oleh pendaki nusantara," pungkasnya.

Apa Itu Gunung Rinjani?

Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia yang terletak di Pulau Lombok. 

Gunung ini menjadi destinasi favorit para pendaki karena keindahan panorama kawah dan Danau Segara Anak yang luar biasa. 

Memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut, Gunung Rinjani adalah gunung berapi aktif tertinggi kedua di Indonesia, sekaligus mahkota Pulau Lombok.

Danau Segara Anak atau "anak laut" dalam bahasa Sasak terbentang di ketinggian 2.008 mdpl.

Rinjani adalah gunung berapi tipe stratovolcano yang masih aktif. Di dalam kawahnya terdapat Danau Segara Anak, danau kaldera yang sangat indah serta Gunung Baru Jari, gunung kecil yang tumbuh di tengah danau dan masih aktif mengeluarkan asap solfatara.

Identitas Geografis

Ketinggian: 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl)

Status: Gunung berapi aktif tertinggi kedua di Indonesia, setelah Gunung Kerinci di Sumatera

Lokasi administratif: Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah, NTB.

Rinjani berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang ditetapkan sejak tahun 1997, melindungi keanekaragaman hayati berupa hutan hujan tropis, ratusan spesies burung, rusa, dan monyet ekor panjang.

Jalur Pendakian Populer 

Untuk mendakinya, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menyediakan beberapa jalur resmi yang memiliki karakteristik medan dan daya tarik yang berbeda-beda.

Berikut adalah beberapa jalur pendakian resmi yang dikelompokkan berdasarkan karakteristiknya.

Jalur Sembalun

Pelawangan Sembalun adalah area perkemahan di bibir kawah yang diakses melalui jalur Sembalun. 

Jalur ini merupakan pilihan utama bagi pendaki yang ingin mencapai puncak tertinggi Rinjani (3.726 mdpl).

Menyajikan pemandangan padang sabana yang sangat luas dan terbuka di awal perjalanan.

Menjadi rute tercepat dan paling efisien untuk melakukan summit attack ke puncak utama.

Memiliki tantangan berupa cuaca yang sangat terik di siang hari karena minimnya pepohonan pelindung.

Jalur Senaru 

Senaru merupakan titik awal dari jalur klasik Senaru. 

Jalur ini sangat populer bagi pendaki yang mengincar pemandangan Danau Segara Anak dari ketinggian atau bagi mereka yang ingin melakukan lintas jalur.

Medan awal didominasi oleh kawasan hutan hujan tropis yang lebat dan teduh.

Sangat cocok bagi pendaki yang ingin langsung menikmati matahari terbenam yang indah dari bibir kawah Senaru.

Memiliki jalur yang terus menanjak tanpa banyak bonus jalan datar di sepanjang rute hutan.

Jalur Torean

Jalur ini kini sangat populer karena pemandangan lembahnya yang dramatis dan sering disebut mirip dengan pemandangan di film fantasi.

Menyuguhkan pemandangan spektakuler berupa tebing-tebing hijau yang megah, aliran sungai belerang, dan beberapa air terjun.

Memiliki medan yang menyusuri lereng dan lembah curam, sehingga membutuhkan konsentrasi ekstra.

Jalur ini relatif lebih landai dibanding Senaru atau Sembalun, namun memiliki jarak tempuh yang cukup panjang.

Jalur Aik Berik

Aik Berik menawarkan jalur alternatif dari Lombok Tengah bagi pendaki yang menyukai ketenangan dan ingin menghindari keramaian jalur utama.

Melewati hutan purba yang masih sangat asri dengan kesempatan tinggi melihat satwa endemik seperti monyet hitam.

Dihiasi dengan beberapa spot air terjun indah di sepanjang awal jalur pendakian.

Jalur ini hanya berujung di bibir kawah dan tidak terhubung dengan jalur aman menuju puncak utama atau turun ke danau.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.