TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kini menghadapi persoalan serius terkait sampah plastik.
Kondisi ini mencuat di tengah instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kebersihan lingkungan perkotaan demi terciptanya udara sejuk dan suasana asri.
Pada Selasa (31/3/2026), hujan deras mengguyur Fakfak dan sekitarnya. Akibatnya, tumpukan sampah plastik dari drainase meluber ke jalan raya hingga pesisir kota.
Pemandangan tersebut menimbulkan kesan kumuh dan tidak sehat bagi warga.
“Aduh, kami sangat sayangkan. Harusnya ada ketegasan agar warga tidak membuang sampah di got. Kalau hujan, got tersumbat dan sampah meluber ke jalan raya seperti ini,” ujar Santi, warga Fakfak, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Dari Rakornas HPSN 2026, DLHP Fakfak Perkuat Komitmen Pengelolaan Sampah
Santi berharap adanya kerja sama serius antara masyarakat dan pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih.
“Warga juga harus punya kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Kota yang sehat adalah kota yang bersih dan minim sampah plastik,” tambahnya.
Senada dengan itu, Aminudin, warga lainnya, mengaku terganggu dengan kondisi jalan raya yang dipenuhi sampah saat hujan.
“Kami sangat terganggu. Kiranya ada perhatian bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Instruksi Presiden mengenai kebersihan kota menjadi relevan dengan kondisi Fakfak saat ini.
Warga menilai, kesadaran kolektif dan ketegasan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar kota tetap bersih dan nyaman.