Dinkes Tulungagung Gelar Imunisasi Campak, Merespons Angka Suspect Tinggi
Sri Wahyuni April 01, 2026 07:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menggelar outbreak response immunization (ORI) Campak di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Rabu (1/4/2026).

Imunisasi ini dilakukan sebagai respons tingginya angka suspect (dugaan) campak di desa ini.

ORI campak ini menyasar sekitar 350 balita tanpa melihat status vaksinasi sebelumnya.

“Kami lakukan ORI karena temuan suspect campak lebih tinggi dibanding daerah lain,” ungkap Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, dr Aris Setiawan.

Lanjutnya, kasus suspect campak yang dilaporkan Januari hingga Maret 2026 sebanyak 44 orang.

Dari jumlah ini, 1 orang dinyatakan positif campak pada Januari 2026.

Rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI dan WHO untuk Tulungagung, diminta melakukan Kejar Vaksin Campak yang menyasar balita usia 9-59 minggu.

“Sasarannya balita yang belu melakukan vaksinasi campak, atau yang vaksinasinya belum lengkap,” jelas Aris.

Pasien positif campak di awal tahun saat ini sudah sembuh dan kembali pulih.  

Sementara Desa Ringinpitu sendiri ada 6 suspect yang saling berhubungan secara epidemiologi.

Karena kondisi ini, Dinkes memutuskan melakukan ORI campak khusus di desa ini.

“Sebenarnya rekomendasi Kementerian yang ORI campak itu Sumenep sama Jember, kita tidak. Namun untuk satu desa ini kita lakukan ORI,” tegasnya.

Baca juga: Dinkes Tulungagung Evakuasi ODGJ ke RSJ Karena Serang Adik Kandungnya Dengan Senjata Tajam

Tahun 2025, ada 20 suspect campak di Januari dan Februari.

Lalu ditemukan 1 kasus positif campak pada Maret 2025.

Sedangkan saat ini kasus suspect campak tahun ini tertinggi di Januari, kemudian kasusnya terus turun.

“Makanya kita didorong untuk menyukseskan Vaksin Kejar untuk balita sampai 2 dosis. Kami data balita yang belum divaksin campak,” katanya.

Para balita yang belum divaksin campak ini akan diarahkan ke Puskesmas terdekat.

Pihak Puskesmas akan mendata mereka dan akan memberikan vaksin campak sampai lengkap 2 dosis.

Vaksin Kejar untuk para balita ini ditargetkan bisa tuntas di April 2026 ini.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kasus campak, karena campak bisa dicegah dengan imunisasi. Sampai sekarang tidak ada kematian karena campak di Tulungagung,” tuturnya.

Campak bisa dicegah dengan menciptakan kekebalan individu lewat vaksinasi.

Individu-individu yang sudah divaksin akan menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).

Saat sudah terbentuk kekebalan kelompok, maka virus campak tidak akan jadi masalah lagi.

“Mereka yang sudah divaksin, jika terserang campak tidak akan menyebabkan kondisi bahaya,” pungkasnya.

Campak disebabkan infeksi virus yang berbahaya dan mudah menular.

Serangannya bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti radang paru, diare berat,

radang otak, hingga kematian.

Pada ibu hamil, virus ini bisa menyebabkan kelahiran prematur, atau bayi berat badan rendah.

Pemerintah telah memfasilitasi rangkaian vaksinasi campak pada anak, sekaligus rubella.

Vaksinasi pertama pada usia 9 bulan adalah vaksin  Measles-Rubella (MR). yang menjadi dasar perlindungan dari campak.

Vaksinasi dilanjutkan usia 18 bulan dengan booster MR, untuk memperkuat kekebalan yang sudah dibentuk vaksin pertama.

Pemerintah juga mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada anak usia 6-7 untuk booster MR.

(David Yohanes/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.