Sempat Tanya Rencana, Komunikasi Terakhir Kapten Zulmi dengan Sang Ayah sebelum Gugur di Lebanon
Seli Andina Miranti April 01, 2026 08:11 PM

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Iskandarudin masih mengingat dengan jelas komunikasi terakhir dengan sang anak, almarhum Kapten Zulmi Aditya Iskandar pada Senin (30/32026). Saat itu, sang almarhum Zulmi menelepon di pagi hari untuk menanyakan kabar sang ayah.

"Komunikasi terakhir Senin pagi, komunikasi dari telpon WA, menanyakan kepada saya, assalamu'alaikum pak rencana hari mau kemana," kata Iskandarudin di rumah duka, Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, Rabu (1/4/2026).

Iskandarudin mengaku tak memiliki firasat buruk terhadap nasib anaknya yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Komunikasi berjalan normal, layaknya sang anak yang tengah memastikan keadaan ayahnya.

Baca juga: Tangis Istri Kapten Zulmi Pecah di Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamin Hak Ahli Waris

"Saya sampai kan mau ke cirebon, kebetulan saudara istri ada yang meninggal, dia bilang kalau berangkat ada yang temeni karena umur saya (sudah tua), bawa teman," kata Iskandarudin.

Ayah dua anak itu tidak menyangka sambungan telepon tersebut menjadi komunikasi terakhir. Usai pulang dari Cirebon, Iskandarudin mengaku sudah tidak bisa menghubungi almarhum Kapten Zulmi yang kemudian dilaporkan gugur akibat ledakan di Lebanon Selatan.

"Setelah pulang dari Cirebon sudah tidak ada kontak," ujarnya.

Iskandarudin mengkonfirmasi bahwasanya masa tugas almarhum Kapten Zulmi akan berakhir pada pada bulan Mei 2026. Zulmi disebutkan telah lebih dari satu tahun menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

"Rencana nya 30 Mei pulang, Pas di Kopassus dia Pasi Ops Grup 2, setahun di Lebanon jabatan itu dilepas," tandasnya. 

Gugur di Lebanon

Tiga prajurit TNI gugur dalam tugas misi pedamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.

Baca juga: Melayat ke Rumah Duka, Panglima TNI Pastikan Kapten Zulmi Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Satu dari tiga prajurit TNI tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar.

Dia meninggal dunia akibat serangan yang dilancarkan pasukan Israel pada Senin (30/3).

Dalam serangan itu, Sertu Muhammad Nur Ichwan juga meninggal dunia.

Pada serangan Israel sebelumnya, Minggu (29/3), Praka Farizol Rhomadhon meninggal dunia akibat ledakan proyektik di salah satu pos Indonesia di Desa Adchit Al Qusayr.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.