Balita Menangis, Orang Tua Lega: Cerita di Balik ORI Campak Jadi Upaya Dinkes Klaten Hadapi KLB
Delta Lidina April 01, 2026 08:38 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Tangis balita mewarnai pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak yang dilakukan di sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten, di tengah upaya pemerintah menekan kasus setelah penetapan status KLB.

Salah satunya Di Balai Desa Kraguman, Kecamatan Jogonalan, pada Selasa (31/3/2026), sejumlah anak tampak menangis saat menerima suntikan vaksin. Orang tua berusaha menenangkan dengan memeluk dan mengusap kepala.

Di ruangan itu, kursi merah berjajar. Petugas kesehatan sibuk menyiapkan vaksin, melakukan skrining, hingga pencatatan data.

Bidan Desa Kraguman Wahyu Waluyanti, menjelaskan tahapan layanan dilakukan berurutan.

“Untuk alurnya pertama pendaftaran, dua skrining yang ketiga pemberian vaksinasi, yang keempat entry data. Kemudian yang kelima ada pemberian makanan tambahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika tidak semua sasaran hadir, petugas menyiapkan langkah lanjutan.

VAKSIN DI KLATEN - Bidan Desa Kraguman Wahyu Waluyanti menyuntikkan vaksin campak kepada balita di Balai Desa Kraguman, Kecamatan Jogonalan, Klaten, sementara orang tua menunggu giliran dalam program ORI Campak di Klaten, pada Selasa (31/3/2026).
VAKSIN DI KLATEN - Bidan Desa Kraguman Wahyu Waluyanti menyuntikkan vaksin campak kepada balita di Balai Desa Kraguman, Kecamatan Jogonalan, Klaten, sementara orang tua menunggu giliran dalam program ORI Campak di Klaten, pada Selasa (31/3/2026). (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

“Apabila nanti sasaran tidak hadir nanti akan kita lakukan sweeping,” katanya.

Program ini merupakan bagian dari respons cepat Dinkes Klaten terhadap KLB campak.

Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto, menyebut capaian vaksinasi saat ini masih terus dikejar.

“Cakupan ORI Campak sampai Senin (30/3/2026) mencapai 55,16 persen atau sebanyak 29.394 anak,” ujarnya.

Ia memastikan vaksin tersedia dan mendorong percepatan pelaksanaan.

“Sedangkan untuk target penyelesaian dari kami semakin cepat semakin baik,” katanya.

Respons masyarakat terhadap program ini relatif baik. Sejumlah orang tua mengaku lebih tenang setelah anak mereka divaksin.

“Alhamdulillah, hari ini ikut vaksinasi campak. Ini untuk pencegahan buat anak biar terjaga dari bahaya penyakit campak,” kata Ika (26).

Ia mengaku sempat diliputi kekhawatiran.

“Kemarin sempat khawatir, ditambah lagi cuacanya sedang tidak bersahabat, anak jadi gampang sakit,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wiji (26).

“Hari ini saya melakukan Ori campak buat menanggulangi di beberapa wilayah ada anak terkena campak,” ucapnya.

Ia menambahkan rasa cemas sempat muncul.

“Iya sempat khawatir, takut anak saya kena juga,” katanya.

Namun setelah mengikuti vaksinasi, kekhawatiran itu berkurang.

“Dengan pemberian vaksinasi untuk anak ini, (saya) jadi lebih tenang,” imbuhnya.

ORI campak menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan sebagai upaya membentuk kekebalan kelompok dan menekan penyebaran penyakit. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.