SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Tujuh bulan jadi Sekda Kabupaten Malang dan sering mewakili Bupati Sanusi untuk bertemu warga, gaya pidato Budiar Anwar, kian lain.
Seperti saat menghadiri acara halalbihalal di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Rabu (1/4/2026) sore, Budiar banyak dipuji warga, yang tinggal di lereng Gunung Putri Tidur itu.
Mengawali sambutannya, Budiar Anwar membukanya dengan pantun jenaka, sehingga langsung membikin warga terhibur meski sempat menunggu kedatangannya sekitar 30 menit.
"Ubur-ubur ikan lele, warga Desa Dalisodo memang oke," ujar Budiar Anwar, yang langsung disambut aplaus warga.
Di hadapan warga dan tokoh masyarakat, Budiar Anwar mengaku dirinya lebih dua kali mengunjungi Desa Dalisodo.
Yang pertama, saat dirinya masih jadi Kadis Cipta Karya sekitar 9 bulan lalu, karena mendampingi Bupati Sanusi, meresmikan jembatan yang habis dibangun karena hanyut diterjang luapan air hujan.
"Tahu jika jembatan itu, jalan satu-satunya buat anak sekolah, pak bupati langsung atensi dan membangunkan jembatan itu jauh lebih bagus dan kuat," ungkapnya.
Baca juga: Aroma Mutasi Pemkab Malang, Para Pejabat Bakal Jalani Ujian, Sekda Budiar: Itu sebagai Uji Kelayakan
Budiar tak lama memberikan sambutan, karena lebih banyak berdialog, dengan membuka pertanyaan. Seperti Jefri, perangkat desa setempat.
Ia minta agar gorong-gorong di jalan desanya dilebarkan dan diperdalam karena saat hujan deras, airnya meluap sehingga khawatir bisa membuat aspal jalan terkelupas.
"Kontur jalan di desa sini kan naik turun, Pak Sekda, karena pegunungan. Jika gorong-gorongnya tak diperlebar, air hujan dari kampung atas (daerah perbukitan), meluap," tuturnya.
Selain Jefri, warga lainnya juga banyak yang curhat, terutama terkait kondisi jalan beraspal di desa itu, yang sudah waktunya diperbaiki karena banyak yang mengelupas.
Begitu juga, Suprapto, Kades Dalisodo, juga membisiki Budiar, jika ada jalan dusunnya yang longsor sehingga mengganggu anak sekolah.
"Pak Sekda, ada plengsengan SDN yang longsor sehingga membahayakan bangunan sekolahnya."
"Juga, ada jalan longsor sehingga mengganggu anak sekolah karena harus melingkar atau lewat dusun lainnya. Tolong, Pak Sekda dijadikan atensi," ungkap Prapto.
Baca juga: DPRD Kabupaten Malang Dorong Pemkab Segera Matangkan Konsep Pilkades Serentak Tahun 2027
Menanggapi curhatan warga, Budiar minta agar Kades Suprapto membuat proposal terkait keluhan warga itu, lalu diberikan kepadanya.
"Pak kades, buat ya proposalnya, nanti berikan kepada saya," tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Budiar berpesan pada warga, agar hati-hati saat menjual tanahnya ke pengembang perumahan.
Sebab, saat ini banyak pengembang nakal. Modusnya, ia beli tanah ke warga, dengan cuma dibayar dengan uang muka atau DP, lalu dikavling-kavling, dengan belum diurus izinnya.
Begitu kavlingannya terjual, si pengembang itu kabur sehingga pemilik tanah yang pertama, justru kena awu angetnya karena seringkali harus berhadapan dengan user atau pembeli.
"Di Kecamatan Wagir itu banyak perumahan, sehingga warga jangan tergiur sama rayuan pengembang."
"Bahkan, tanah persawahan pun, yang saat ini izinnya tak bisa dijadikan perumahan, kini dijual kavlingan. Kalau ada yang begituan, bapak-ibu telepon saya ya, nanti saya bantu," pungkasnya.