TRIBUNAMBON.COM - Pembangunan Pasar Batumerah Water Front City akan segera memasuki tahap awal dengan digelarnya seremoni groundbreaking pada 8 April 2026.
Proyek ini mengusung konsep "water front city" yang memaksimalkan keindahan panorama Teluk Ambon sebagai daya tarik utama, sekaligus menjadi simbol transformasi kawasan perdagangan tradisional menuju ruang ekonomi modern yang terintegrasi dengan potensi wisata pesisir.
Groundbreaking tersebut direncanakan akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, diantaranya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, dan Raja Negeri Batumerah, Ali Hatala.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini nantinya menjadi penanda kuat dukungan pemerintah dan masyarakat adat terhadap pembangunan yang diharapkan menjadi ikon baru Kota Ambon.
Selaku pengembang, Alham Valeo menyampaikan bahwa pasar ini dirancang tidak hanya sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang publik yang nyaman dan representatif.
“Pasar Batumerah Water Front City akan menyediakan 597 los atau kios, serta 8 unit pujasera di lantai dua. Kami menyediakan dua pilihan ukuran kios, yakni 2x2 meter dan 2,5x3 meter, sementara pujasera memiliki luas 5x10 meter. Ini kami rancang untuk mengakomodasi berbagai jenis usaha, dari pedagang kecil hingga kuliner modern,” ujar Alham yang juga Ketua KADIN Kota Ambon.
Baca juga: Liliz Sebut Mama Dalen Penjual Rujak Natsepa Punya Selingkuhan, Astryid: Itu Hinaan dan Fitnah
Baca juga: Laporan Polisi tuk Liliz Resmi Terbit, Penjual Rujak Mama Dalen Tegas Tempuh Jalur Hukum
Proyek ini dilaksanakan oleh CV. Alice To Madalle dengan sumber pendanaan berasal dari swasta, menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Kota Ambon.
Pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan, dengan standar konstruksi yang mengedepankan kualitas, keamanan, dan estetika kawasan pesisir.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kehadiran Pasar Batumerah Water Front City diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing pelaku UMKM.
Konsep water front city yang diusung juga selaras dengan visi pengembangan Kota Ambon sebagai kota pesisir yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Selain itu, pasar ini diharapkan dapat menjadi destinasi baru bagi masyarakat maupun wisatawan, menggabungkan fungsi perdagangan, kuliner, dan rekreasi dalam satu kawasan yang hidup dan dinamis.
Dengan latar belakang Teluk Ambon yang memukau, Pasar Batumerah Water Front City berpotensi menjadi landmark baru yang memperkuat identitas Ambon sebagai kota maritim yang berdaya tarik tinggi.
Pemerintah dan pengembang berharap, proyek ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memperbaiki wajah kawasan Batumerah menjadi lebih tertata dan modern, sebuah langkah nyata menuju Ambon sebagai water front city yang sesungguhnya. (*)