UPAYA AKHIRI PERANG BERKEPANJANGAN, Iran Ajukan Syarat Damai, Jaminan Terhadap Agresi & Kompensasi
Untung April 01, 2026 08:59 PM

 

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengajukan syarat damai sebagai langkah untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan.

Pezeshkian menekankan bahwa penghentian total agresi menjadi prasyarat utama sebelum gencatan senjata dapat diberlakukan.

Teheran juga meminta jaminan internasional guna mencegah terulangnya serangan di masa depan.

Dilansir dari The Chosun Daily, Iran menuntut kompensasi atas kerugian besar yang ditimbulkan selama perang berlangsung, Rabu (1/4/2026).

Pemerintah Iran menilai stabilitas kawasan hanya bisa tercapai jika seluruh operasi militer dihentikan secara menyeluruh.

Dalam usulannya, Iran juga menegaskan hak kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai jalur strategis.

Pezeshkian memperingatkan bahwa intervensi eksternal di kawasan dapat memperburuk situasi secara signifikan.

Terkait serangan balasan terhadap negara-negara tetangga menyusul serangan udara AS dan Israel, Pezeshkian menyatakan bahwa Iran tidak menginginkan perang, namun akan tetap mempertahankan kepentingan nasionalnya.

"Kami telah menghormati kedaulatan negara-negara tetangga dan tidak berniat menyerang mereka. Namun, sayangnya, pangkalan militer AS ada di negara-negara tersebut, dan serangan terhadap kami dilancarkan dari wilayah mereka. Negara-negara ini telah gagal memenuhi tanggung jawab internasional mereka untuk mencegah wilayah mereka digunakan untuk serangan terhadap Iran."

Proposal damai ini disampaikan di tengah proses negosiasi yang melibatkan mediator internasional.

Di sisi lain, Amerika Serikat terus meningkatkan ancaman invasi darat.

(*)

# PERANG # Iran # Damai # Agresi # Kompensasi # 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.