2 Mahasiswi sempat Berswafoto sebelum Hanyut di Sungai Batu Putu Bandar Lampung
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 01, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Peristiwa nahas terjadi di kawasan wisata alam Wira Garden, Kelurahan Batu Putu, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Rabu (1/4/2026) siang.

Dua mahasiswi dilaporkan hanyut dan tenggelam setelah tersapu arus banjir bandang saat berada di aliran sungai lokasi tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan membenarkan adanya insiden tersebut.

Hingga sore hari, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap kedua korban.

Kedua korban diketahui bernama Fatmawati (23) yang berdomisili di Kampung Baru Universitas Lampung (asal Tulang Bawang Barat), dan Bunga (23), domisili Darul Huffaz, Pesawaran (asal Metro).

Baca juga: Tim SAR Gabungan Cari 2 Mahasiswi Hanyut di Sungai Batu Putu Bandar Lampung

Keduanya merupakan mahasiswi Universitas Lampung (Unila). Peristiwa bermula sekitar pukul 13.30 WIB, saat empat mahasiswi berwisata ke Wira Garden.

Mereka sempat beraktivitas dan berswafoto di atas batu yang berada di tengah aliran sungai. Namun sekitar lima menit kemudian, kondisi air sungai tiba-tiba berubah drastis.

Air sempat surut sejenak sebelum akhirnya datang arus deras yang diduga merupakan banjir bandang dari hulu sungai. Situasi tersebut membuat keempat mahasiswi panik.

Dua orang korban lainnya, Rika dan Damai, berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke batu yang lebih tinggi.

Sementara itu, Fatmawati dan Bunga sempat berusaha bertahan dengan berpegangan pada kayu di sekitar jembatan. Bahkan, salah satu rekan mereka yang selamat sempat mencoba menolong dengan meraih tangan korban.

Namun derasnya arus sungai yang datang secara tiba-tiba membuat kedua korban tidak mampu bertahan.

Keduanya kemudian hanyut terbawa arus dan sempat terhantam material kayu balok yang ikut terbawa aliran air.

"Dua korban lainnya berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua korban terseret arus. Saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan," ujar Anthoni.

Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, keempat mahasiswi tersebut merupakan mahasiswa aktif Unila yang tengah berlibur ke lokasi wisata alam tersebut.

Mereka diduga tidak menyadari potensi bahaya banjir kiriman dari hulu sungai.

Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran manual di bantaran sungai serta pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan sungai, terutama saat cuaca tidak menentu, karena potensi banjir bandang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda yang jelas.

Perkembangan pencarian kedua korban akan terus diperbarui seiring proses evakuasi yang masih berlangsung.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.