Tak Kunjung Hamil? Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Ganggu Kesuburan Pasangan
Wiwit Purwanto April 01, 2026 10:08 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA- Tingkat kesuburan adalah hal penting yang perlu diperhatikan oleh pasangan yang ingin memiliki momongan.

Namun, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele dapat memengaruhi kualitas sel telur dan sperma, sehingga menghambat peluang terjadinya kehamilan.

Dr. dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp.OG., Subsp.FER dari RSIA Kendangsari Surabaya menjelaskan bahwa, gangguan kesuburan atau infertilitas ini merupaka kondisi apabila pasangan suami istri belum berhasil hamil setelah 12 bulan menikah dengan hubungan intim yang teratur.

Penting untuk datang berkonsultasi bersama pasangan karena masalah kesuburan adalah problem pasangan, bukan salah satu pihak saja.

Baca juga: Imbas 45 Ribu PBI BPJS Kesehatan Surabaya Nonaktif, Apa Itu Desil 8-10 yang Diminta Bayar Mandiri?

“Ada parameter lain walau belum satu tahun menikah, tapi ada faktor resiko segera konsultasi. Faktornya jika usia istri di atas 35 tahun, atau ada riwayat operasi kandungan/testis, gangguan haid, misal sulit mencapai orgasme sebaiknya segera konsultasi tanpa menunggu satu tahun,” sebut dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp.OG., dalam podcast Healthy Vibes Tribun Jatim Network, Rabu (1/4/2026).

Pengaruh Gaya Hidup Yang Bisa Ganggu Kesuburan

Ahli Fertilitas, Inseminasi dan IVF ini juga menjelaskan gaya hidup dapat berpotensi mengganggu kesuburan.

Terkadang, lanjutnya, pasangan menganggap suatu kebiasaan sebagai hal normal atau biasa, padahal punya dampak pada kesuburan.

Seperti stres yang dapat mengganggu keteraturan ovulasi, kualitas sel telur, sperma, dan keharmonisan hubungan intim.

“Stres kalau sudah kronis kadang kita tidak merasakan tapi secara biologis ada hormon yang dapat merubah keteraturan ovulasi, gangguan kualitas sel telur, gangguan hubungan suami istri dan sperma,” sebutnya.

Baca juga: Pernikahan Dini Di Kediri Masih Tinggi, Banyak Pengajuan Dispensasi Nikah Karena Hamil Duluan

Faktor lain adalah pola istirahat. Begadang atau kelelahan kronis mengganggu siklus hormonal dan kualitas hubungan suami istri. Padahal hubungan suami istri cukup penting untuk terjadinya kehamilan alami.

Olahraga yang terlalu ekstrem atau menggunakan pakaian terlalu ketat (pada pria) disebut dapat meningkatkan suhu di area reproduksi yang mengganggu kualitas sperma.

“Apalagi olahraga berlebih, jangka waktu lama misal hobi dan pindah-pindah kota. Pada orang yang ada gangguan kualitas sperma itu bisa memengaruhi sehingga perlu diatur waktu atau dosisnya,” ucapnya.

Dokter Jimmy menyebut, olahraga yang cukup dapat dilakukan 30 menit dalam sehari dan konsisten. Beberapa diantaranya seperti melakukan jalan kaki rutin, jogging, maupun bersepeda santai.

“Harus fun, olahraga cukup lima hari seminggu, bisa dilakukan 30 menit, itu cukup untuk kesuburan. Pola makan juga harus dijaga, karena itu satu paket,” sebutnya.

Konsumsi tinggi lemak dan gula juga disebut dapat merusak keseimbangan kuman baik di usus, memicu inflamasi, dan berdampak pada penyakit seperti PCOS atau endometriosis.

Terakhir adalah pengaruh rokok. Baik perokok aktif maupun pasif memiliki risiko yang mirip karena peningkatan radikal bebas yang merusak kualitas sel telur dan sperma.

Perokok juga bisa meningkatkan stres oksidatif, mengganggu kualitas sperma dan sel telur.

“Para pejuang garis dua ada baiknya menjaga hidup sehat, pola makan, olahraga yang tidak ekstrem, lalu melakukan diskusi suami istri kapan melakukan konsultasi ke dokter,” tutupnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.