POSBELITUNG.CO - Pasar energi dan saham global bereaksi positif menyusul pernyataan mengejutkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang berencana mengakhiri konfrontasi militer dengan Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan.
Pengumuman ini seketika meredam kekhawatiran krisis energi berkepanjangan, menyebabkan harga minyak mentah dunia anjlok signifikan pada perdagangan Rabu (1/4/2026).
Minyak mentah Brent, sebagai patokan internasional, tercatat turun lebih dari 15 persen ke level $99,78 per barel.
Angka ini merupakan titik terendah dalam sepekan terakhir setelah sebelumnya sempat melonjak akibat ketegangan di Selat Hormuz.
Optimisme ini tidak hanya menekan harga komoditas, tetapi juga memicu reli pemulihan di bursa saham Asia hingga Eropa yang sebelumnya rentan terhadap gangguan pasokan gas dan minyak dari kawasan Teluk.
Klaim kemenangan dan rencana penarikan pasukan AS memberikan angin segar bagi indeks saham utama di berbagai belahan dunia:
"Komentar Trump menunjukkan bahwa AS akan segera mengklaim kemenangan dan menarik kehadiran mereka dari kawasan itu, meskipun tidak ada kesepakatan yang tercapai dengan Iran," ungkap Emma Wall mengutip laporan The Guardian dilansir Tribunnews.
Janji berakhirnya perang ini disampaikan Trump kepada awak media di Gedung Putih. Ia menegaskan bahwa operasional militer AS telah mencapai target yang diinginkan.
"Kami akan segera pergi," kata Trump kepada wartawan pada Selasa (31/3/2026).
"Mungkin dua minggu, atau paling lama tiga minggu," lanjutnya optimis.
Meskipun harga minyak turun, harga emas justru tetap kokoh dan naik 0,8 persen menjadi lebih dari $4.700 per ons.
al ini menunjukkan sebagian investor masih bersikap waspada (safe haven) terhadap ketidakpastian implementasi penarikan pasukan tersebut.
Sementara itu, di tengah sentimen pasar yang membaik, Trump justru meluapkan amarahnya kepada negara-negara sekutu AS, termasuk Inggris.
Ia merasa geram karena para sekutu dianggap hanya ingin menikmati keamanan jalur energi tanpa mau berkontribusi dalam operasi militer.
Lewat akun Truth Social miliknya, Trump memberikan pesan menohok yang dikutip oleh Al Jazeera:
"Belajarlah bertarung sendiri. AS tidak akan lagi membantu kalian, karena kalian juga tidak membantu kami."
Ia bahkan menambahkan kalimat sindiran tajam terkait kondisi Iran pasca-serangan koalisi, "Iran sudah hancur lebur. Tugas berat sudah kami selesaikan. Sekarang, pergi dan cari minyak kalian sendiri!"
Kemarahan Trump ini dipicu oleh tekanan domestik di AS, di mana harga BBM sempat meroket menembus 4 dolar AS per galon akibat zona merah di Selat Hormuz.
Meskipun pasar merespons dengan suka cita, banyak analis internasional tetap meragukan jadwal "tiga minggu" yang dijanjikan Trump. Secara historis, jadwal penarikan pasukan AS di Timur Tengah seringkali meleset dari target awal karena dinamika di lapangan.
Selain itu, gangguan energi diperkirakan tidak akan langsung hilang.
Emma Wall memperingatkan, "Gangguan energi akan berlanjut selama beberapa bulan, dan kemungkinan akan berdampak pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi."
Baca juga: Trump Ngaku-ngaku Iran Minta Gencatan Senjata, AS Diprediksi Kalah karena Sejarah Berulang
(Tribunnews/ Pos Belitung)