WARTAKOTALIVE.COM BEKASI – Langit malam di kawasan Kelurahan Cimuning, Mustikajaya, Bekasi Timur mendadak berubah menjadi oranye pekat.
Rabu (1/4/2026) malam yang seharusnya tenang, berubah menjadi horor bagi warga Bekasi Timur Regency dan sekitarnya.
Suara ledakan hebat yang terjadi berkali-kali dari arah depo pengisian gas Elpiji Pertamina merobek kesunyian.
Baca juga: Kebakaran Gudang Pestisida di Taman Tekno, PT Biotek Klaim Sudah Netralisasi Sungai
Rentetan ledakan yang disusul semburan api besar memaksa puluhan warga sekitar keluar dari rumah mereka dengan rasa panik yang menjalar.
Bagi warga sekitar, getaran ledakan itu bukan sekadar suara; itu adalah peringatan maut.
Kobaran api yang membumbung tinggi disertai dentuman keras membuat suasana layaknya zona perang.
Hal itu tergambar dari video yang diunggah di akun Instagram @infobekasi.coo, Rabu malam.
Dalam tayangan Kompas TV, peristiwa ledakan disusul semburan api itu terjadi pada Rabu malam sekira pukul 20.00.
Bahkan sampai pukul 23.25, dikabarkan petugas kebakaran dari Kota Bekasi masih berupaya memadamkan api.
Bahkan sejumlah rumah di luar arae SPBE terlihat ikut hangus terbakar.
Kepanikan pecah seketika.
Tanpa sempat menyelamatkan harta benda, warga berhamburan ke jalan raya, menjauh dari pusat ledakan. Anak-anak menangis di pelukan orang tua mereka, sementara kepulauan asap hitam mulai menyelimuti pemukiman.
"Situasinya sangat mencekam. Ledakan terdengar berkali-kali dan api terlihat sangat besar dari sini," ujar salah seorang warga yang melarikan diri dengan sepeda motornya.
Baca juga: Kebakaran Gudang Pestisida di Taman Tekno, PT Biotek Klaim Sudah Netralisasi Sungai
Petugas kepolisian di lokasi mengonfirmasi bahwa insiden ini telah memakan korban.
"Dipastikan ada sejumlah warga menderita luka bakar akibat peristiwa ini," ungkap jurnalis Kompas TV.
Perjuangan Petugas di Garis Api
Di titik nol kebakaran, puluhan petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi berjibaku melawan maut.
Mereka berada di posisi yang sangat berisiko, mengingat material yang terbakar adalah gas cair yang mudah meledak.
Suasana di sekitar SPBE masih sangat tidak menentu; setiap kali api tampak sedikit mereda, dentuman baru kembali terdengar, memicu gelombang kepanikan susulan bagi warga yang masih berada di radius aman.
Garis polisi telah dipasang ketat. Petugas mengimbau dengan pengeras suara agar masyarakat tidak mendekat untuk sekadar menonton atau mendokumentasikan kejadian.
Baca juga: Ruang CCTV Masjid Istiqlal Jakarta Pusat Alami Kebakaran, Tidak Ada Korban Luka dan Jiwa
"Kami minta warga menjauh, radius aman harus dipatuhi karena potensi ledakan susulan masih ada," tegas petugas setempat.
Kini, warga Cimuning hanya bisa menatap dari kejauhan, berdoa agar api segera padam dan rumah mereka tidak ikut terlalap. I
nvestigasi mengenai penyebab pasti kebakaran ini memang belum dimulai, namun luka dan trauma yang ditinggalkan malam ini akan membekas lama bagi masyarakat Mustikajaya.
Malam ini, Bekasi tidak tidur. Fokus utama saat ini adalah meminimalisir jatuhnya korban lebih lanjut dan memastikan api tidak merembet ke pemukiman padat penduduk yang mengepung area depo tersebut.