TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menyatakan komitmennya mendukung penuh pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Nasional, yang akan diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar.
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya Kalbar menjadi penyelenggara Diklat PKN II secara nasional.
Hal tersebut disampaikan Norsan saat membuka Workshop Penyusunan Policy Brief yang diikuti oleh 40 peserta dan dihadiri Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara Tri Widodo Wahyu Utomo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekda Kalbar, Harisson dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kalbar dan digelar di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu 1 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Norsan menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) yang telah memberikan kepercayaan serta mendorong Kalbar untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan diklat tersebut.
Ia juga mengapresiasi kepada Kepala BPSDM Kalbar Windy Prihastari yang dinilai telah menghadirkan inovasi dengan mendorong BPSDM Kalbar menjadi penyelenggara Diklat PKN II.
Baca juga: Silaturahmi BRI Pontianak dan Polnep, Perkuat Kerja Sama Layanan Mahasiswa
“Kami berharap hasil penilaian dari LAN RI terhadap BPSDM Kalbar dapat segera ditindaklanjuti sehingga pelaksanaan PKN II dapat terlaksana pada tahun 2026. Ini penting untuk menjawab tantangan dalam menjalankan amanat rakyat serta mendukung pembangunan di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Menurut Norsan, secara prinsip Pemerintah Provinsi Kalbar telah siap menyelenggarakan kegiatan tersebut. Berbagai sarana dan prasarana penunjang telah disiapkan, sementara tenaga pengajar dan narasumber nantinya akan didukung oleh LAN RI.
“Pada prinsipnya kita sudah siap. Sarana dan prasarana sudah menunjang, tinggal nanti narasumber dan pengajarnya dari LAN RI. Jadi kita siap semua,” katanya.
Selain itu, Norsan juga menekankan pentingnya penyusunan policy brief yang dihasilkan dari workshop tersebut. Ia berharap analisis kebijakan yang disusun para peserta mampu memberikan rekomendasi yang tajam serta berdampak langsung bagi masyarakat.
“Lewat workshop ini diharapkan lahir kebijakan yang benar-benar berkualitas. Analisis kebijakan harus tajam dan mampu melihat dampaknya bagi masyarakat,” pungkasnya.
Adapun rangkaian kunjungan Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara Tri Widodo Wahyu Utomo dalam rangka visitasi kesiapan BPSDM Kalbar sebagai tuan rumah Diklat PKN II Nasional, dirangkaikan dengan pembukaan Workshop Penyusunan Policy Brief dan Gerakan ASN Peduli yang digelar di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!