TRIBUN-SULBAR.COM - Gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo guncang wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Guncangan hebat tersebut terasa hingga kota Kota Ternate dan sejumlah wilayah lainnya di Maluku Utara.
Gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB atau 07.48 WIT berdasarkan data dari BMKG.
Kedalaman gempa bimi 62 kilometer.
Baca juga: Menaker Imbau Perusahaan Swasta, BUMN, dan BUMD Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan
Baca juga: 4 Gempa Bumi Guncang Sultra dan Sulsel Pagi Ini, Senin 30 Maret 2026, Magnitudo Kecil hingga 2,2
Bereda di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa bumi berpotensi Tsunami.
BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini, potensi tsunami di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Dalam rilis resminya, BMKG menyebutkan bahwa parameter gempa berada pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Namun, guncangan dilaporkan terasa cukup kuat di sejumlah wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk tetap tenang namun waspada serta mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait potensi tsunami.
Masyarakat juga diminta menjauhi area pantai sementara waktu dan segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi apabila merasakan tanda-tanda kenaikan air laut.
BMKG menegaskan bahwa informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi pemerintah dan meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
BMKG menetapkan status siaga atas gempa bumi yang terjadi.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera mengambil langkah antisipasi sesuai status yang ditetapkan.
Untuk wilayah dengan status Siaga, pemerintah daerah diminta segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi.
Sedangkan untuk status Waspada, masyarakat diimbau menjauhi pantai dan tepian sungai guna menghindari potensi dampak gelombang tsunami.
BMKG juga menegaskan agar masyarakat tetap tenang, namun waspada serta hanya mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang
BMKG kemudian mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, disertai peta perkiraan tinggi muka laut maksimum.
Sejumlah wilayah ditetapkan dalam status Siaga, di antaranya:
(*)