Pemerintah Siapkan Anggaran Rp420 Triliun Hadapi Potensi Tekanan Ekonomi, Ucapan Purbaya Disorot
pairat April 02, 2026 10:27 AM

 

SRIPOKU.COM - Di tengah ketidakpastian global, pemerintah memastikan bahwa kondisi keuangan negara masih cukup kokoh untuk menghadapi tekanan yang datang bertubi-tubi.

Di saat konflik geopolitik di Timur Tengah terus memanas dan bayang-bayang krisis energi menghantui banyak negara, Indonesia memilih berdiri dengan satu keyakinan: fondasi fiskal yang kuat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat belum menggoyahkan stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bahkan, pemerintah disebut masih memiliki “bantalan” yang cukup tebal untuk meredam guncangan.

SAL Rp 420 Triliun Jadi Tameng Cadangan

Salah satu kekuatan utama yang dimiliki pemerintah saat ini adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp 420 triliun.

Dana ini menjadi semacam cadangan strategis yang bisa digunakan jika kondisi benar-benar mendesak.

“Kalau kepepet, saya punya SAL sekarang sekitar Rp 420 triliun,” ujar Purbaya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dana tersebut bukan untuk digunakan sembarangan. SAL hanya akan menjadi opsi terakhir ketika tekanan fiskal berada di titik kritis.

“Terpakai kalau kepepet banget,” tambahnya.

Harga Minyak Masih Terkendali, Ruang Fiskal Terbuka

Di tengah kekhawatiran lonjakan harga energi global, pemerintah melihat situasi saat ini masih relatif aman. Harga minyak dunia disebut berada di kisaran 76–77 dolar AS per barel masih di bawah asumsi APBN yang dipatok hingga 100 dolar AS per barel.

Kondisi ini memberikan ruang gerak yang cukup bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas tanpa harus mengambil langkah drastis.

“Ruang kita masih terbuka lebar, jadi tidak perlu khawatir dengan kondisi APBN,” jelas Purbaya.

Defisit Dijaga Ketat di Bawah Batas Aman

Selain mengandalkan cadangan kas, pemerintah juga memastikan disiplin dalam menjaga defisit anggaran. Meski tekanan global meningkat, defisit APBN tetap dikunci di kisaran 2,9 persen masih di bawah ambang batas aman 3 persen.

“Bahkan dengan asumsi rata-rata 100 dollar AS pun, defisit tetap di bawah 3 persen, sekitar 2,9 persen,” kata dia.

Artinya, berbagai skenario telah dihitung dengan matang agar stabilitas fiskal tetap terjaga dalam berbagai kemungkinan.

Efisiensi Jadi Kunci Tambahan

Tak hanya mengandalkan cadangan dan asumsi, pemerintah juga melakukan langkah konkret berupa efisiensi belanja Kementerian dan Lembaga. Pengeluaran yang dinilai belum prioritas mulai dipangkas secara bertahap.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara kebutuhan anggaran dan kemampuan negara dalam membiayainya.

APBN Masih Tangguh, Belum Perlu Gunakan Cadangan

Hingga saat ini, pemerintah belum menggunakan SAL untuk menutup kebutuhan anggaran tambahan, termasuk untuk menjaga stabilitas harga energi seperti BBM.

“Belum. Kondisi keuangan negara kita masih sangat baik, bantalan kita masih cukup banyak,” tegas Purbaya.

Antara Kewaspadaan dan Keyakinan

Pernyataan pemerintah mencerminkan dua hal sekaligus: kewaspadaan terhadap situasi global yang tidak menentu, serta keyakinan bahwa Indonesia masih memiliki daya tahan fiskal yang kuat.

Dengan cadangan besar, pengelolaan disiplin, dan strategi yang terukur, APBN saat ini ibarat benteng yang masih kokoh berdiri siap menghadapi gelombang, namun tetap berhitung agar tidak terkikis oleh tekanan yang datang perlahan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.