Pelindo Kebut Pengembangan Kawasan Industri Pelabuhan Pulau Baai, Investor Asing Mulai Melirik
Ricky Jenihansen April 02, 2026 12:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pelindo Regional II Bengkulu menyiapkan lahan seluas 215 hektar untuk pengembangan kawasan industri di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

Proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Rencana Pengembangan Kawasan Industri

General Manager PT Pelindo (Persero) Regional II Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, mengatakan bahwa pengembangan kawasan tersebut mengacu pada Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang telah ditetapkan sejak tahun 2016.

“Total lahan yang kami siapkan mencapai 215 hektar. Untuk tahap awal, akan dikembangkan sekitar 50 hingga 75 hektar sesuai dengan regulasi pemerintah,” ungkapnya dalam rilis, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal, pengembangan kawasan industri akan menyesuaikan dengan pedoman teknis dari Kementerian Perindustrian, termasuk regulasi terkait pembangunan kawasan industri.

Saat ini, pihaknya juga tengah melakukan kajian ulang terkait status kawasan.

Sebelumnya, studi yang dilakukan pada 2022 masih mengarah pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga perlu diperbarui menjadi kawasan industri.

Dalam rencana pengembangannya, kawasan tersebut akan dibagi menjadi beberapa klaster industri.

Di antaranya meliputi industri pengolahan hasil perkebunan, hasil laut, pertambangan, serta sektor logistik.

Minat Investor Mulai Muncul

Dimas mengungkapkan bahwa minat investor mulai terlihat, termasuk dari luar negeri.

Sejumlah investor asing disebut telah menjalin komunikasi untuk berinvestasi di kawasan tersebut.

“Ada beberapa investor asing yang sudah menunjukkan minat untuk membuka industri baru di kawasan Pelabuhan Pulau Baai,” tutur Dimas.

Salah satu sektor yang cukup diminati adalah industri pengolahan hasil laut.

Industri ini dirancang terintegrasi, mulai dari proses pembersihan, pengolahan, hingga pengemasan dan pengalengan produk.

Dampak Terhadap PAD

Menurut Dimas, keberadaan kawasan industri ini nantinya akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Salah satu contohnya adalah potensi peningkatan arus komoditas curah cair.

Dari total kapasitas 1,4 juta ton, saat ini baru sekitar 400 ribu ton yang melalui Pelabuhan Pulau Baai.

Sisanya masih dialihkan ke pelabuhan lain seperti Teluk Bayur dan Panjang.

“Jika kawasan industri ini berjalan, maka potensi 1 juta ton komoditas bisa dialihkan ke Pulau Baai. Ini tentu akan berdampak positif bagi PAD Bengkulu,” jelas Dimas.

Tantangan Pengembangan Kawasan

Namun demikian, pengembangan kawasan ini masih menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satu yang utama adalah revisi Peraturan Daerah (Perda) terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Saat ini, berdasarkan Perda Kota Bengkulu Nomor 4 Tahun 2021, kawasan Pelabuhan Pulau Baai masih berstatus sebagai kawasan transportasi.

Perubahan status menjadi kawasan industri membutuhkan revisi aturan tersebut.

“Ini menjadi pekerjaan bersama antara Pelindo dan pemerintah daerah. Kami terus berkoordinasi dengan DPRD dan pemerintah provinsi agar revisi RTRW bisa segera terealisasi,” kata Dimas.

Selain itu, kesiapan alur pelayaran juga menjadi perhatian penting.

Pelindo mencatat sedimentasi pasir yang masuk ke alur pelabuhan mencapai 2.000 hingga 5.000 metrik ton per hari.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pelindo menjalankan sistem deteksi dini serta perawatan rutin.

Hal ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang normalisasi alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai.

Pelindo juga tengah mengkaji metode perawatan baru, yakni sand by passing (SBP).

Metode ini memungkinkan pengerukan dilakukan secara berkelanjutan dengan sistem pemindahan sedimen secara terstruktur.

Diketahui, area sand trap yang ada saat ini telah mengalami sedimentasi cukup luas karena belum dilakukan pengerukan sejak 1984.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pelindo optimistis Pelabuhan Pulau Baai dapat berkembang menjadi kawasan industri strategis yang mampu menarik investasi dan meningkatkan daya saing ekonomi Bengkulu.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.