Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - RSUD Undata Palu terus melakukan pembenahan fasilitas guna memenuhi standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) ditetapkan pemerintah.
Plt Direktur RSUD Undata Palu, Nurlaela Harate, mengungkapkan pihaknya telah merehabilitasi sejumlah ruangan pada tahun 2025 lalu.
Ruangan tersebut di antaranya Teratai, Mawar, dan Aster kini disiapkan sebagai ruang pelayanan berbasis KRIS.
Baca juga: Harga HP Realme Terbaru April: realme 16 Series, realme P4, realme C85 Pro, realme GT 7, realme C53
“Ruangan Teratai, Mawar, dan Aster, tempat tidur yang kita siapkan sebanyak 64 tempat tidur, dengan maksimal empat bed dalam satu ruangan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, konsep pelayanan KRIS tidak lagi menggunakan klasifikasi kelas 1, 2, dan 3.
Seluruh pasien nantinya akan mendapatkan standar fasilitas yang sama.
Standar tersebut meliputi jumlah maksimal empat tempat tidur dalam satu ruangan.
Selain itu, ketersediaan pendingin ruangan (AC), kamar mandi dalam, hingga fasilitas pendukung lainnya.
KRIS merupakan standar minimum pelayanan rawat inap baru bagi peserta BPJS Kesehatan.
Baca juga: Jenazah Moh Sadhak Husain Dimakamkan di Palu Setelah Shalat Jumat
Penerapan KRIS diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024.
Dalam regulasi tersebut, terdapat 12 kriteria yang harus dipenuhi rumah sakit.
Di antaranya, ruang rawat inap tidak memiliki tingkat kebisingan tinggi, maksimal empat tempat tidur dalam satu ruangan, serta tersedia tirai atau sekat antar tempat tidur.
Selain itu, ruangan juga harus memiliki ventilasi dan pencahayaan yang memadai, suhu ruangan yang optimal, serta kamar mandi di dalam ruang rawat inap.
Kriteria lainnya mencakup kamar mandi yang ramah difabel, ketersediaan outlet oksigen di setiap tempat tidur, serta adanya bel panggilan pasien atau nurse calling system.
Fasilitas tempat tidur juga diatur, yakni minimal memiliki dua crank, serta dilengkapi nakas atau meja kecil untuk setiap pasien.
Pada tahun 2026 ini, RSUD Undata Palu menargetkan penyelesaian sejumlah fasilitas penunjang.
Di antaranya pemasangan handrailing di selasar, flowmeter, serta penambahan AC agar layanan KRIS dapat segera dioperasikan secara maksimal.
Baca juga: Spoiler One Piece Chapter 1179: Wujud Asli Imu Terkspose, Berasal dari Ras Lunarian?
Selain itu, pihak rumah sakit juga merencanakan rehabilitasi lanjutan pada beberapa ruangan lainnya.
Ruangan tersebut meliputi Flamboyan, Seroja, Melati, dan Bougenvile guna menambah kapasitas layanan berbasis KRIS.
“Total kebutuhan tempat tidur untuk memenuhi standar KRIS di RSUD Undata Palu sebanyak 215 bed. Tahun ini kami kembali menganggarkan untuk beberapa ruangan tambahan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, optimalisasi juga akan dilakukan pada Ruangan Asoka yang saat ini masih berstatus kelas I dengan kapasitas 20 tempat tidur.
Namun, ruangan tersebut masih membutuhkan sejumlah fasilitas tambahan, seperti instalasi oksigen dan nurse calling system agar dapat memenuhi standar KRIS.
Meski proses pemenuhan KRIS terus berjalan, layanan rawat inap dengan sistem kelas 1, 2, dan 3 masih tetap dioperasikan.
“Artinya dua-duanya tetap berjalan, baik pelayanan standar KRIS maupun ruangan kelas. Namun kami menargetkan minimal 60 persen dari total 359 tempat tidur sudah memenuhi standar KRIS,” terangnya.
Baca juga: Harga HP Oppo Terbaru April: Oppo A6 Pro, Oppo Reno 15 Pro Max, Oppo Find X9 Pro, Oppo A18
RSUD Undata Palu menegaskan komitmennya untuk melakukan pemenuhan fasilitas KRIS secara bertahap.
Pihak rumah sakit menargetkan sekitar 211 tempat tidur sudah memenuhi standar KRIS hingga tahun depan.
“Mudah-mudahan ini bisa bertahap dan seluruhnya dapat rampung sesuai target,” pungkasnya.(*)