Dubes Iran Datangi Rumah Jokowi di Solo, Laporkan Kondisi Iran Hingga Puji Mantan Presiden
Muhammad Ridho April 02, 2026 04:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026).

Pertemuan ini berlangsung hangat dengan agenda membahas konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).

Kedatangan Dubes Iran disambut baik Jokowi hingga dihidangkan menu ayam goreng, opor, gudeg dan pisang.

Jokowi mengaku membicarakan banyak hal dengan Dubes Iran dalam pertemuan sekira selama satu jam.

Dalam pertemuan tersebut, Boroujerdi melaporkan terkait kondisi terakhir Iran seusai serangan AS-Israel.

Boroujerdi menyebut Jokowi memberikan dukungan dan solidaritas bagi warga Iran.

“Saya menyampaikan laporan kondisi terakhir negara kami yang diserang oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat. Beliau menyampaikan dukungan terhadap bangsa Iran,” jelasnya.

Dubes Iran pun memuji Jokowi yang disebut mampu memajukan Indonesia saat masih menjabat sebagai presiden.

Sementara Jokowi mengaku bahwa dirinya berbicara banyak hal kepada Dubes Iran.

Namun terkait kapal Indonesia yang masih tertahan di Selat Hormuz, Jokowi menyebutnya merupakan kewenangan dari pemerintah.

"Ya tadi saya menyampaikan banyak hal, tetapi itu urusan pemerintah ya," kata Jokowi.

Baca juga: Kapal Tanker Sulit Lewat Selat Hormuz Karena Iran Kecewa Sama Indonesia?

Permintaan Nasihat Diplomasi

Boroujerdi meminta nasihat kepada Jokowi yang memiliki pengalaman memimpin diplomasi Indonesia selama 10 tahun.

Ia berharap pandangan Jokowi dapat membantu Iran menghadapi dampak kemanusiaan dan ekonomi akibat perang.

“Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan, situasi terkini yang timbul akibat perang yang dipaksakan terhadap Republik Islam Iran, serta dampak kemanusiaan dan ekonomi yang ditimbulkannya,” tulis Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia.

Puji Jokowi

Boroujerdi menilai Jokowi merupakan sosok mantan Presiden yang telah mampu menorehkan banyak prestasi dan membawa kemajuan Indonesia.

"Bapak Jokowi merupakan mantan Presiden yang sangat sukses menjalankan pemerintahannya ketika beliau menjadi pemimpin bagi negara Indonesia," kata Boroujerdi.

Menurut dia, kesuksesan Jokowi saat menjadi Presiden adalah dapat membawa kemajuan di Indonesia.

Boroujerdi pun menyampaikan selamat kepada Jokowi yang telah membawa kemajuan di Indonesia.

"Dapat memajukan Indonesia dan banyak kemajuan di era kepemimpinan beliau. Di era kepresidenan beliau diraih oleh Indonesia. Dan saya menyampaikan selamat atas prestasinya beliau untuk Indonesia," kata dia.

Belasungkawa TNI yang Gugur

Ia juga menyatakan belasungkawa atas anggota TNI yang gugur di Lebanon. Mereka bertugas sebagai pasukan perdamaian di tengah kecamuk perang.

“Saya juga dalam kesempatan ini menyatakan belasungkawa atas serangan keji terhadap pasukan perdamaian di Lebanon. Dalam serangan tersebut, tiga prajurit sebagai bagian dari pasukan perdamaian, putra terbaik bangsa ini, harus kehilangan nyawa dan syahid. Beberapa lainnya mengalami cedera akibat serangan Zionis,” jelasnya.

Jokowi mengungkapkan ingin menjaga hubungan diplomatik dengan Iran. Menurutnya, menjaga hubungan diplomatik merupakan hal yang penting.

“Intinya, kita ingin terus menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Saya kira ini baik untuk ekonomi dan geopolitik,” terangnya.

Salah satu dampak yang dirasakan Indonesia akibat perang yakni terhambatnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) karena pembatasan yang diberlakukan Iran. Jokowi tak membantah hal ini menjadi topik bahasan. Namun, ia enggan mengungkapkan lebih detail, sebab tindak lanjut peristiwa ini merupakan kewenangan pemerintah.

“Tadi saya menyampaikan banyak hal. Tapi itu (Selat Hormuz) urusan pemerintah,” jelasnya.

Ia juga menyatakan dukungan untuk menghentikan perang. Menurutnya, perang akan membuat warga mengalami kerugian dari berbagai aspek.

“Saya kira baik kampanye untuk menghentikan perang. Dunia ini butuh dunia yang damai, membutuhkan relasi hubungan yang baik antarnegara, sehingga kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi berjalan normal. Misalnya, semua negara kesulitan energi dan minyak. Itu tidak terjadi kalau perang tidak ada,” tuturnya.

( Tribunpekanbaru.com / Tribunsolo )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.