Kronologi Kapten Zulmi Gugur Saat Tugas di Lebanon, Sedang Evakuasi Jenazah Praka Farizal
Evan Saputra April 02, 2026 06:03 PM

BANGKAPOS.COM -- Kronologi prajurit TNI Kapten Zulmi Aditya Iskandar gugur saat bertugas di Lebanon.

Kapten Zulmi dikabarkan gugur setelah mengevakuasi jenazah Praka Farizal.

Insiden bermula ketika Task Force Bravo (TFB) INDOBATT melaksanakan misi pengawalan logistik sekaligus menjemput jenazah prajurit TNI, Praka Farizal Romadhon, yang gugur di Lebanon.

Saat itu, pasukan TNI mengawal konvoi milik Combat Support Service Unit (CSSU) dari Spanyol yang bergerak dari sektor 7-2 menuju sektor 7-1.

Dalam rangkaian operasi tersebut, dua kendaraan TNI mengawal enam kendaraan logistik, termasuk membawa kotak jenazah untuk evakuasi almarhum Praka Farizal.

Baca juga: Setahun Tambang Ilegal, 3 Ton Timah Disita, Warga Tepus Segera Disidang

Namun, saat melintas di wilayah Bani Hayyan dan hendak berbelok, tiba-tiba terjadi ledakan yang menghantam kendaraan pertama.

Kendaraan tersebut ditumpangi Kapten Inf Zulmi Aditya bersama sejumlah personel lainnya. Ledakan itu menyebabkan kerusakan parah pada kendaraan dan mengakibatkan korban jiwa.

Sosok dan kronologi Kapten Zulmi gugur

Di mata keluarga, Zulmi dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan religius.

Hal itu disaksikan keluarga yang melihat bagaimana tumbuh kembang Zulmi sedari kecil.

Kakak sepupunya, Risman Efendi, mengatakan almarhum merupakan sosok anak dan adik yang selalu menjadi kebanggaan keluarga.

"Ya dia sosok adik dan anak yang sampai detik terakhirnya sangat jadi kebanggaan kami di keluarga ya."
 
"Dia ini memang saleh, selalu bicara soal agama. Makanya, kami sangat kehilangan," ucap Risman di rumah duka, Rabu (1/4/2026), dikutip dari Kompas.com.

Zulmi menempuh pendidikan dasar di Kota Bandung, kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 2 Cimahi dan SMAN 3 Cimahi.

Setelah lulus sekolah menengah atas, ia mendaftar Akademi Militer dan langsung lolos pada percobaan pertama.

"Mungkin karena orang tuanya TNI, kemudian kakaknya juga di AU, dia lalu termotivasi daftar TNI." 

"Dia Akmil 2015, sejak awal dinas di Kopassus Grup 2/Para Komando, dinas di Lebanon baru kali ini," kata Risman.

Selama bertugas sebagai bagian dari Satgas TNI Konga XXIII-S UNIFIL sejak sekitar satu tahun terakhir, Zulmi disebut selalu menyempatkan diri mengabari keluarga di rumah.

"Terakhir kirim foto sama rekannya di sana. Ya kalau komunikasi dia tanya keluarga di sini bagaimana, terus selalu minta didoakan sama keluarga,” tutur Risman.

"Dia enggak pernah mengeluh, melaksanakan tugasnya dengan baik, mungkin dia enggak cerita sepenuhnya bagaimana kondisi dia di sana," ucap Risman.

Sementara di mata warga setempat, Kapten Zulmi kenal sebagai sosok yang baik.

"Ya dia terkenal baik di sini, saleh, enggak macem-macem, pintar juga anaknya. Ya kami sebagai tetangga tentunya sangat kehilangan," sebut Ketua RT setempat, Rusmin.

Sebagai orang yang harus dekat dengan warga, Rusmin mengenal betul bagaimana Zulmi menjadi kebanggaan akan terlibat di misi kemanusiaan baik di keluarga maupun tetangganya.

"Seingat saya di lingkungan ini yang jadi TNI apalagi sampai jadi Satgas PBB itu cuma dari keluarga Pak Iskandar, orangtua Kapten Zulmi," ucap Rusmin.

(Surya.co.id/Kompas.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.