TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Lapangan SMAN 4 Tangerang Selatan (Tangsel) di Kompleks Pertamina, Pondok Ranji, Ciputat Timur, masih terendam air sejak pertengahan Desember 2025 tanpa tanda-tanda akan surut.
Akibatnya, berbagai kegiatan sekolah seperti upacara bendera, olahraga, hingga senam rutin tidak dapat dilaksanakan secara normal.
Humas SMAN 4 Tangsel, Siti Rukiyah, menjelaskan bahwa genangan air pertama kali muncul saat intensitas hujan tinggi.
Namun setelah hujan reda, air tetap bertahan dan tidak mengalami penyusutan.
Baca juga: Kampus Untirta Banten Buka Suara Soal Dugaan Mahasiswa Diam-diam Rekam Wanita di Toilet
“Genangan air selalu menggenang seperti ini. Ini mungkin agak lebih banyak volume airnya. Sebelumnya dari pertengahan Desember sudah tergenang,” ujar Siti saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (2/4/2026).
Ia menuturkan bahwa sebelum Desember 2025, air yang menggenang di area lapangan biasanya cepat mengering dalam waktu singkat setelah hujan berhenti.
“Sebelum-sebelumnya enggak pernah sampai tergenang separah ini. Paling 15 menit surut, bersih total,” kata dia.
Sejak pertengahan Desember 2025, situasi berubah signifikan karena genangan air bertahan dalam waktu lama hingga memasuki April 2026 tanpa mengalami penyusutan.
Menurutnya, kondisi ini diperkirakan berkaitan dengan posisi sekolah yang berada di area lebih rendah serta lokasinya yang berdekatan dengan Danau Rawa Badak yang permukaan airnya lebih tinggi.
"Di belakang bangunan kelas 10 ini, sepanjang belakang kelas ini tuh danau, Danau Rawa Badak," kata dia.
Sejumlah kegiatan seperti upacara bendera, olahraga, hingga senam rutin tidak dapat dilaksanakan secara normal.
“Boleh dibilang lumpuh kegiatan. Dari bulan Januari sampai awal April ini baru sekali kita melaksanakan upacara,” jelas Siti.
Selama genangan terjadi, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya, termasuk penyedotan air sebanyak dua kali.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena air kembali menggenang setelah hujan turun.
“Kemarin disedot kurang lebih tiga jam sampai bersih banget, tapi setelah selesai sedot turun lagi hujannya. Ya, akhirnya tergenang lagi,” imbuh dia.
Pihak sekolah juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten.
Namun, hingga kini belum ada perbaikan signifikan yang dilakukan.
"Survei terakhir di bulan Maret itu oleh pihak terkait. Ya, baru disurvei aja belum ada penanganan. Sudah lebih dari tiga kali mereka survei," ucap dia.
Kompas.com telah menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaludin, terkait genangan di SMAN 4 Tangsel.