Dipasung Keluarga selama 1,5 Bulan usai Cekik Ibunya Sendiri, Remaja ODGJ di Jember Akhirnya Bebas
Alga W April 02, 2026 07:32 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Remaja 16 tahun di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, MAM, sudah 1,5 bulan dipasung oleh keluarganya di dalam ruang sederhana berlantai tanah.

Kini akhirnya kaki MAM lepas dari pasungan setelah dibebaskan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Dinsos Jatim).

Baca juga: Geruduk Rumah Pemilik WO & Catering di Mojokerto, Pasangan Pengantin Korban Penipuan Tuntut Kerugian

Tim Relasi Cepat Dinsos melepas pasung kayu yang dikunci dengan rantai menggunakan tang.

MAM yang berpakaian kemeja putih dan sarung biru, tersenyum lebar tampak bahagia ketika pasung tersebut terlepas dari kedua kakinya.

Remaja ODGJ ini kemudian dibopong oleh tim JSC keluar rumah, karena langkah kakinya begitu lemah dan kaku akibat dipasung sejak pertengahan Februari 2026 lalu.

Setelah itu, Tim Dinsos Jatim memandikan dan membersihkan tubuh remaja ODGJ tersebut.

Lalu dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh nakes Puskesmas setempat.

Ibu MAM, Tumyati, matanya nampak berkaca kaca dan lebam saat menyuapi makan putranya sebelum dibawa oleh Tim Dinsos Jawa Timur.

"Harapannya MAM ini ke depan dibawa pihak JSC ini, semoga lebih membaik dan sembuh total," ujar Tumyati, Kamis (2/4/2026).

Diketahui, remaja laki-laki tersebut mengalami ganguan jiwa sejak ayahnya meninggal dunia.

Menurutnya, sejak ayahnya meninggal dunia, mental putranya tidak stabil, sering ngamuk, bahkan menyerang orang di sekelilingnya. 

"Merusak barang-barang di rumahnya, bahkan saya dicekik," ungkapnya.

Hal itu membuat keluarga memutuskan secara terpaksa memasung putra sulungnya, demi keselamatan orang lain di sekitar.

"Sejak saat itu, keputusan memasung MAM itu dibuat bersama keluarga besar," ulasnya sambil memejamkan mata.

Sejak suaminya meninggal tiga bulan lalu, Tumyati hanya tinggal berdua bersama MAM di rumah sederhana berlantai tanah.

"Anak sulung ikut saya dan suami, sementara anak keduanya tinggal dengan sang bibi."

"Setelah suami saya meninggal karena sakit, penghasilan sehari-harinya hanya mengandalkan buruh cuci," paparnya.

Sementara, paman MAM, M Bakri mengungkapan, keponakanya pernah mendapatkan perawatan dari Rumah Sakit Jiwa di Lawang Malang selama 20 hari, ketika ayahnya masih hidup.

"Enggak tahunya dari Lawang, pas pulang tahu bapaknya sudah meninggal, MAM drop lebih parah dari yang sebelumnya," imbuhnya.

Selain mencekik ibunya, Bakri mengungkapkan, keponakanya juga pernah melempari rumah tetangga mengunakan batu.

"Selain mencekik ibunya, juga melempari rumah tetangga dengan batu," bebernya.

Sang ayah yang baru meninggal dunia belum genap 100 hari semasa hidup memang dekat dengan MAM.

Bakri menilai, hal itu memberikan memori kuat di benak keponakannya. 

"Dulu ke mana-mana sama MAM, ke sungai cari kayu MAM ikut," ulasnya.

Viral di medsos

Menanggapi hal ini, Ketua Timja Substansi Rehabilitasi Sosial Tunas Sosial Dinsos Jatim, Roni Gunawan mengatakan, peristiwa ODGJ ini cukup viral di media sosial Instagram.

"Kami mendapatkan laporan dari masyarakat melalui aduan di Instagram Dinsos Jatim. Dari situ kami berinisiatif untuk langsung respons untuk kita evakuasi," tanggapnya.

Roni mengatakan, MAM akan dirawat di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan selama satu tahun.

Kata dia, semua biaya pengobatan ditanggung Pemprov Jatim.

"Biaya rehabilitasi maupun pengobatan MAM seluruhnya ditanggung oleh APBD Pemprov Jatim," ucapnya.

Setelah masa rehabilitasi selesai dan sudah punya kemandirian sosialiasi, kata Roni, remaja ini akan dilatih keterampilannya sebelum dikembalikan kepada keluarganya.

"Nanti ada keterampilan yang kami berikan di sana. Sehingga biar bisa bersosialisasi dengan keluarga dan masyarakat sekitar," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.