Donald Trump Jualan Minyak AS di Tengah Blokade Selat Hormuz
Desy Selviany April 03, 2026 01:31 AM

WARTAKOTALIVE.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jualan minyak mentah usai dunia kebakaran jenggot karena blokade Iran di Selat Hormuz.

Diketahui Iran lebih dari satu bulan memblokade Selat Hormuz usai mendapatkan serangan dari Amerika Serikat (AS) Israel. 

AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) menyerang Iran tanpa alasan dan hanya menuduh Iran tanpa dasar telah mengembangkan senjata nuklir. 

Iran pun melakukan serangan balasan terhadap Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Hal itu membuat kondisi Timur Tengah sebagai salah satu penghasil minyak dunia terganggu yang menyebabkan harga minyak dunia melambung tinggi selain karena penutupan Selat Hormuz. 

Dunia pun terancam jatuh ke dalam krisis global setelah pandemi Covid-19. Misalnya saja Australia sudah mengumumkan darurat krisis karena harga minyak yang mayoritas dari impor melambung tinggi. 

Bahkan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan bahwa kondisi krisis energi di Australia kemungkinan akan berlangsung berbulan-bulan. 

Pada Rabu (1/4/2026) waktu setempat Presiden AS Donald Trump pun membuat konferensi pers.

Selain mengumumkan sinyal menarik pasukan militer AS dari Timur Tengah, Donald Trump juga jualan minyak kepada masyarakat dunia. 

Dalam pernyataannya, Trump menjelaskan bahwa AS adalah produsen minyak mentah dunia terbesar di dunia.

Kata Trump, apabila dikalkulasikan, hasil minyak mentah AS melebihi Rusia dan Timur Tengah.

Pun minyak yang dihasilkan oleh AS melebihi negara tetangganya Venezuela. 

AS juga saat ini tengah gencar melakukan pengeboran minyak dan mencari sumber ladang minyak baru.

Maka Trump pun mempersilahkan sejumlah pemimpin negara untuk membeli minyak dari AS untuk mengatasi krisis energi yang terjadi saat ini. 

“Sebab kebijakan Donald Trump untuk produksi minyak saat ini melebihi gabungan Rusia dan Arab Saudi. Jadi pikirkan lagi, enggak ada negara yang secercah AS di dunia ini,” jelasnya. 

Dua pekan sebelumnya Menteri Energi AS Chris Wright mengeluarkan pernyataan mengenai Badan Energi Internasional (IEA) dan Cadangan Minyak Strategis AS (SPR).

Di mana 32 negara anggota Badan Energi Internasional dengan suara bulat menyetujui permintaan Presiden Trump untuk menurunkan harga energi dengan pelepasan terkoordinasi sebanyak 400 juta barel minyak dan produk olahan dari cadangan masing-masing negara. 

Trump mengizinkan Departemen Energi untuk melepaskan 172 juta barel dari Cadangan Minyak Strategis. 

Baca juga: Soal Pidato Trump Semalam, Media Iran: Kelucuan yang Ditertawakan Dunia dan Pengakuan Kalah Perang

Proses ini akan memakan waktu sekitar 120 hari berdasarkan laju pelepasan yang direncanakan.

“Presiden Trump berjanji untuk melindungi keamanan energi Amerika dengan mengelola Cadangan Minyak Strategis secara bertanggung jawab dan tindakan ini menunjukkan komitmennya terhadap janji tersebut,"

"Tidak seperti pemerintahan sebelumnya, yang membiarkan cadangan minyak Amerika terkuras dan rusak, Amerika Serikat telah mengatur untuk mengganti cadangan strategis ini dengan sekitar 200 juta barel dalam satu tahun ke depan—20 persen lebih banyak barel daripada yang akan diambil—dan tanpa biaya bagi pembayar pajak.” 

Namun demikian data dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan bahwa AS mengimpor sekitar 0,4 juta barel minyak mentah dan kondensat per hari melalui selat tersebut pada paruh pertama tahun 2025. 

Jumlah ini setara dengan sekitar 7?ri total impor minyak mentah dan kondensat AS eksternal

Meskipun pangsa ini relatif kecil, namun tidak dapat diabaikan. 

EIA juga mencatat bahwa impor AS dari negara-negara di Teluk telah "turun ke level terendah dalam 40 tahun karena produksi dalam negeri meningkat".

Secara keseluruhan, AS adalah pengekspor minyak bersih, tetapi masih mengimpor sebagian karena kilang-kilangnya dirancang untuk memproses berbagai jenis minyak mentah - termasuk beberapa jenis yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.