BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,6 Guncang Bitung, 1 Orang Tewas
Dhita Mutiasari April 03, 2026 01:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan perkembangan terkini paska gempa magnitudo 7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis 2 April 2026

Pascagempa Bitung, sejumlah bangunan rusak dan satu korban meninggal dunia akibat tertimpa material bangunan di kompleks Kantor KONI Sulut.

BMKG juga menetapkan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara berada dalam status siaga potensi tsunami menyusul gempa bumi di dua provinsi tersebut.
Beberapa jam setelah peristiwa gempa, kini BMKG menyatakan status peringatan dini tsunami telah berakhir.

"Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait dengan hasil observasi di beberapa wilayah yang terdampak, tidak ada lagi kenaikan air laut signifikan yang membahayakan, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 09.56 WIB," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam keterangannya, Kamis.

Saat ini, lanjut Faisal, BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan yang terjadi dan akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. 

Sebelumnya, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Aqil Ihsan, mengatakan ada sebanyak 10 wilayah yang berstatus siaga tsunami akibat gempa Bitung.

Status tersebut, menyusul adanya gempa yang berpotensi memicu tsunami karena pusat gempa berada di laut dengan magnitudo besar, dapat mengganggu kolom air laut dan memicu gelombang.
Dari informasi BMKG, gelombang tsunami terjadi di Halmahera Barat, Maluku Utara setinggi 0,3 meter.

• Gempa M 7,6 di Maluku Utara, Sejumlah Rumah dan Gereja Rusak, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

Selain di Halmahera Barat, tsunami juga terjadi di Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 07.15 WITA.

Aqil lantas mengatakan, ada 10 wilayah yang berstatus siaga tsunami, yakni:

  1. Kota Ternate
  2. Halmahera
  3. Kota Tidore
  4. Kota Bitung
  5. Minasa bagian Selatan
  6. Minahasa Selatan bagian selatan
  7. Minahasa Utara bagian selatan
  8. Kepulauan Sangihe 
  9. Minahasa Utara bagian utara
  10. Bolaang Mongondow bagian selatan

Dalam kesempatan tersebut, Aqil pun meminta agar masyarakat tetap waspada karena kemungkinan gempa susulan bisa terjadi.

Kesaksian Warga saat Gempa
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) pagi.

Adapun pusat gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung Sulut dengan kedalaman 62 kilometer dan berpotensi tsunami.

BMKG mencatat, gempa terjadi pada pukul 05.48.16 WIB di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur.

Peristiwa gempa bumi tersebut, memicu kepanikan warga di sejumlah daerah, termasuk Kota Manado, Sulawesi Utara.

Di Kota Manado, Sulut, warga merasakan getaran pada Kamis pagi sekira pukul 06.48 Wita. 

Ivan, salah satu warga Manado, mengaku langsung keluar rumah lantaran gempa terjadi hingga 20 detik. 

“Getarannya kuat sekali, kami langsung keluar rumah bersama keluarga. Sekarang hanya bisa berharap perlindungan Tuhan,” ucapnya

Analisis BMKG Terkait Peringatan Tsunami

Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, gempa bermagnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, berpotensi memicu tsunami.

Gempa terjadi pada Kamis 2 April 2026 sekitar pukul 05.48.14 WIB dengan pusat berada di laut sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung.

Lokasi gempa berada pada koordinat 1,25 derajat lintang utara dan 126,27 derajat bujur timur dengan kedalaman 33 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi," ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers daring, Kamis.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," tambahnya.

Guncangan gempa hari ini dirasakan di berbagai wilayah dengan intensitas berbeda. 

Di Ternate, guncangan mencapai skala V–VI MMI yang membuat warga panik dan keluar rumah, sementara di Manado tercatat IV–V MMI. 

Getaran juga dirasakan hingga Gorontalo dan sekitarnya dengan skala lebih rendah.

Pemodelan BMKG menunjukkan gempa ini berpotensi tsunami dengan statu siaga di Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, Minahasa Utara Bagian Selatan.

BMKG juga mengeluarkan status waspada di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, Bolaangmongondow Bagian Selatan. 

Ketinggian Muka Air Laut

Hasil pemantauan muka air laut melalui tide gauge mencatat adanya kenaikan gelombang di beberapa lokasi. 

Di Halmahera Barat, ketinggian gelombang mencapai 0,30 meter pada pukul 06.08 WIB, kemudian di Bitung sekitar 0,20 meter pada pukul 06.15 WIB.

Selain itu, gelombang juga terdeteksi di Sidangoli sebesar 0,35 meter pada pukul 06.16 WIB, Minahasa Utara 0,75 meter pada pukul 06.18 WIB, serta Belang 0,68 meter pada pukul 06.36 WIB.

Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 11 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,5.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.