Kedutaan AS di Venezuela Kembali Buka Usai Penangkapan Nicolás Maduro
Tribunnews April 03, 2026 01:33 AM

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Senin (30/03) mengumumkan telah secara resmi membuka kembali Kedutaan Besar AS di Caracas, Venezuela. Ini menjadi kali pertama misi diplomatik tersebut beroperasi kembali sejak ditutup pada Maret 2019.

Penutupan kedutaan terjadi pada masa pemerintahan Donald Trump periode pertama, usai pemilu kontroversial Venezuela pada 2018 yang dimenangkan Nicolás Maduro.

Namun situasi berubah drastis pada Januari 2026, setelah operasi militer Amerika Serikat menangkap Nicolás Maduro dengan tuduhan terkait perdagangan narkotika. Sejak saat itu, AS mulai menjalin kembali hubungan diplomatik dengan pemerintahan transisi Venezuela yang dipimpin Delcy Rodríguez.

"Dengan ini kami secara resmi membuka kembali operasional Kedutaan Besar AS di Caracas, menandai babak baru dalam kehadiran diplomatik kami di Venezuela," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Proses pembukaan kembali Kedutaan AS di Venezuela

Sebagai bagian dari proses normalisasi, AS menunjuk diplomat senior Laura F. Dogu sebagai chargé d'affaires untuk Venezuela. Ia tiba di Caracas pada akhir Januari dan bertugas memimpin pemulihan aktivitas diplomatik di lapangan.

Pada pertengahan Maret, bendera AS kembali dikibarkan di kompleks kedutaan sebagai simbol dimulainya kembali hubungan resmi kedua negara.

Meski demikian, pemulihan fasilitas kedutaan masih berlangsung bertahap. Gedung utama yang digunakan untuk layanan konsuler masih dalam tahap renovasi setelah bertahun-tahun tidak digunakan, termasuk perbaikan kerusakan seperti jamur dan penurunan kondisi bangunan. Sementara itu, fungsi diplomatik inti mulai kembali berjalan.

"Pembukaan kembali operasi Kedutaan Besar AS di Caracas merupakan tonggak penting dalam pelaksanaan rencana tiga tahap presiden untuk Venezuela, dan akan memperkuat kemampuan kami untuk berinteraksi langsung dengan pemerintah transisi Venezuela, masyarakat sipil, dan sektor swasta," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Rubio: stabilitas membuka jalan investasi

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Venezuela mulai menunjukkan "jenis stabilitas yang membuat dunia usaha kembali."

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Rubio juga memberikan apresiasi kepada otoritas sementara di Venezuela, tetapi menyatakan perlunya transisi menuju demokrasi pada akhirnya.

"Anda ingin melihat transisi penuh, karena agar Venezuela dapat mewujudkan potensi ekonominya, negara itu harus memiliki pemerintahan yang stabil dan demokratis," ujarnya.

Diadaptasi oleh Felicia Salvina

Editor: Arti Ekawati

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.