Siasat PT Pos Properti Balikkan Tekanan Ekonomi Jadi Peluang di Sektor Ruang Komersial
Siti Fatimah April 03, 2026 01:43 AM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di tengah tantangan sektor properti yang masih dilanda lemahnya  daya beli masyarakat dan tingginya biaya pendanaan, PT Pos Properti Indonesia justru  membukukan kinerja positif pada awal tahun 2026.

Anak usaha PT Pos Indonesia (Persero) ini  mencatatkan capaian yang maksimal di aktivitas property leasing sepanjang dua bulan pertama  tahun ini, mencerminkan tingginya permintaan ruang komersial di tengah tekanan ekonomi  nasional. 

Capaian ini menjadi sinyal positif di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi yang melanda  berbagai sektor.

PT Pos Properti berhasil membalikkan tantangan menjadi peluang dengan  strategi tepat sasaran dan eksekusi yang konsisten. 

Aldhita Prayudhiputra, Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia, mengungkapkan  pihaknya menargetkan pertumbuhan 18 % sepanjang tahun 2026.

Angka ini jauh melampaui  proyeksi pertumbuhan industri properti yang hanya berkisar 5,2 % hingga 5,9?lam lima  tahun ke depan berdasarkan proyeksi berbagai lembaga riset properti. 

"Kami masih optimistis mengejar pertumbuhan di 2026. Dari pergerakan suku bunga dan daya  beli masyarakat saat ini, kami melihat masih ada peluang besar. Justru di tengah dinamika  ekonomi, kebutuhan akan ruang komersial yang strategis semakin meningkat. Kami tidak  melihat krisis, tetapi peluang," ujarnya dalam program Nusantara Business Hour - Zona Cuan,  Kamis (12/3). 

Menurut data internal, tren menunjukkan peningkatan permintaan sejak akhir tahun 2025.  

Berbagai sektor usaha mulai menunjukkan geliat ekspansi setelah periode konsolidasi panjang  pasca pandemi.

PT Pos Properti mencatatkan peningkatan jumlah inquiry hingga signifikan  dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Strategi diversifikasi bisnis menjadi kunci utama perusahaan dalam mempertahankan kinerja  positif di tengah tekanan sektor properti nasional.

PT Pos Properti tidak bergantung pada satu  sumber pendapatan, melainkan membangun portofolio bisnis yang saling melengkapi.

Saat ini, bisnis property leasing masih mendominasi dengan kontribusi 50-60 % terhadap  pendapatan perusahaan.

Portofolio ini mencakup penyewaan ruang ritel, perkantoran, dan  berbagai fasilitas komersial lainnya yang tersebar di lokasi-lokasi strategis di seluruh  Indonesia.

Segmen ini menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan dengan tingkat  okupansi yang konsisten tinggi. 

Beberapa sektor usaha yang menjadi penyewa utama antara lain ritel modern, F&B, jasa  keuangan, dan berbagai layanan publik. Keberadaan kantor pos yang sudah menjadi bagian  dari keseharian masyarakat memberikan keuntungan berupa traffic alami yang siap  dimanfaatkan para tenant. 

PT Pos Properti tidak berhenti pada bisnis konvensional.

Perusahaan mulai menggencarkan  inovasi di segmen co-living dengan memanfaatkan aset-aset strategis milik Pos Indonesia yang  selama ini belum teroptimalkan secara maksimal.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya  perusahaan untuk menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih stabil terhadap fluktuasi  ekonomi dan perubahan perilaku konsumen. 

Dua titik co-living telah dibuka di lokasi strategis, yakni di Jalan Fatmawati dan Gandaria,  Jakarta, dengan total 50 kamar.

Kedua lokasi ini dipilih berdasarkan pertimbangan aksesibilitas  tinggi dan kedekatan dengan pusat-pusat aktivitas perkotaan yang menjadi target pasar utama  anak muda profesional. 

"Kami melihat respons pasar sangat antusias. Co-living ini bisnis yang agile dan bisa langsung  menyasar segmen B2C. Dalam waktu singkat setelah soft launching, tingkat okupansi sudah  menunjukkan tren positif yang melampaui ekspektasi awal kami. Bahkan sebelum pemasaran  gencar dilakukan, sudah banyak calon penyewa yang melakukan booking," jelas Aldhita. 

Konsep co-living yang diusung PT Pos Properti mengombinasikan kenyamanan hunian dengan fleksibilitas sewa jangka pendek maupun panjang. 

Fasilitas yang disediakan dirancang untuk  memenuhi kebutuhan generasi muda urban, termasuk akses internet cepat, ruang komunal, area  kerja bersama, serta kemudahan akses transportasi publik. 

Ke depan, perusahaan akan memperluas optimalisasi aset secara bertahap dan selektif ke  sejumlah kota besar yang dinilai memiliki potensi komersial yang memadai.

Langkah ini  dilakukan melalui pendekatan berbasis data, dengan mempertimbangkan berbagai indikator  seperti profil permintaan, daya beli masyarakat, tren okupansi, serta potensi imbal hasil (yield).  

Meski demikian, perusahaan tetap mencermati dinamika ekonomi yang berkembang, termasuk  perubahan perilaku pasar dan tekanan pada daya beli, sehingga ekspansi dilakukan secara  terukur dan disesuaikan dengan prioritas bisnis.  

Ekspansi tersebut difokuskan pada pemanfaatan portofolio aset Pos Indonesia yang berada di  lokasi strategis, khususnya di kawasan dengan tingkat aktivitas ekonomi yang relatif tinggi.  

Pos Properti Indonesia membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra untuk mendorong  produktivitas aset. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.