Temuan Jenius : Gen Z Pilih Liburan dari Rekomendasi Teman & Medsos
Ida Bagus Artha Kusuma April 03, 2026 02:34 AM

nextren.com - Peran media sosial dalam menentukan tujuan liburan semakin kuat, terutama bagi generasi muda.

Temuan ini terlihat dalam Jenius Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi, yang menunjukkan bahwa Gen Z lebih banyak menentukan perjalanan berdasarkan rekomendasi teman dan media sosial.

Studi yang dilakukan Jenius dari SMBC Indonesia ini melibatkan 300 responden melalui survei online dan wawancara mendalam pada periode November 2025 hingga Januari 2026.

Hasilnya menunjukkan bahwa cara setiap generasi merencanakan liburan berbeda, terutama dalam menentukan tujuan dan menyusun itinerary.

Gen Z Paling Dipengaruhi Media Sosial

Dalam studi tersebut disebutkan bahwa Gen Z banyak menentukan tujuan traveling dari rekomendasi teman dan media sosial.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih terstruktur dalam merencanakan perjalanan.

Gen X cenderung memilih wisata ramah keluarga dan tempat populer.

Mereka biasanya menyusun itinerary yang efisien dengan mengunjungi lokasi yang berdekatan.

Sementara itu, Gen Y lebih tertarik pada aktivitas unik dan menarik. Mereka menyusun itinerary berdasarkan prioritas destinasi, tetapi tetap fleksibel jika menemukan tempat baru yang menarik.

Adapun Gen Z lebih spontan. Mereka biasanya menyesuaikan rencana perjalanan dengan kota atau negara tujuan, lalu mengubah itinerary jika menemukan tempat yang menarik dari rekomendasi teman atau konten media sosial.

Pengalaman dan Kuliner Jadi Daya Tarik

Studi ini juga menunjukkan bahwa kuliner menjadi alasan utama Gen Z traveling, dengan porsi 28 persen. Setelah itu disusul eksplorasi alam dan wisata sejarah-budaya yang masing-masing berada di angka 18 persen.

Sebaliknya, liburan keluarga hanya berada di angka 13 persen pada Gen Z. Angka ini jauh lebih kecil dibanding Gen X yang menjadikan liburan keluarga sebagai tujuan utama traveling.

Temuan ini menunjukkan bahwa Gen Z lebih tertarik pada pengalaman personal dan eksplorasi destinasi baru dibanding perjalanan yang bersifat konvensional.

Media Sosial Membentuk Inspirasi Destinasi

Media sosial juga berperan dalam memperkenalkan destinasi baru. Dalam studi tersebut disebutkan bahwa Gen Z paling banyak memilih destinasi yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya, dengan angka mencapai 40 persen.

Beberapa destinasi domestik favorit lintas generasi antara lain Magelang, Labuan Bajo, Yogyakarta, Bali, dan Lombok.

Sementara destinasi luar negeri yang paling populer adalah Jepang, China, Thailand, Singapura, dan Eropa.

Konten perjalanan di media sosial membuat destinasi-destinasi tersebut lebih mudah dikenal dan memicu minat untuk berkunjung.

Dalam menyusun itinerary, Gen Z paling banyak menggunakan Google Maps dan media sosial. Masing-masing digunakan oleh sekitar 39 persen dan 35 persen responden.

Blog atau platform travel berada di angka 11 persen, sementara penggunaan AI untuk merencanakan perjalanan mencapai sekitar 10 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan perjalanan kini semakin digital dan fleksibel. Inspirasi perjalanan bisa muncul dari berbagai sumber, terutama dari konten yang beredar di media sosial.

Pengalaman Lebih Penting dari Efisiensi

Studi Jenius juga menunjukkan bahwa Gen Z cukup berani mengeluarkan uang untuk pengalaman baru.

Selain kelompok Smart Planner, banyak Gen Z masuk kategori Experience Spender, yaitu wisatawan yang rela membayar lebih untuk pengalaman unik.

Hal ini memperlihatkan perubahan pola traveling. Jika generasi yang lebih tua cenderung fokus pada efisiensi biaya, generasi yang lebih muda lebih menilai perjalanan dari pengalaman yang didapat.

Jenius Study 2026 menunjukkan bahwa Gen Z membawa pola baru dalam dunia traveling. Media sosial dan rekomendasi teman kini menjadi sumber inspirasi utama dalam menentukan tujuan liburan.

Bagi industri pariwisata, perubahan ini menjadi sinyal penting. Destinasi wisata tidak lagi cukup dipromosikan melalui iklan formal. Kehadiran di media sosial dan rekomendasi dari pengguna lain justru memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keputusan perjalanan generasi muda.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.