Laporan wartawan TribunJatim.com, Anggit Puji Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Suasana mencekam masih teringat jelas di benak Michel Gilbert, penumpang bus Restu yang mengalami kecelakaan di ruas Tol Jombang-Mojokerto, Kamis (2/4/2026).
Pria asal Surabaya itu menjadi salah satu korban yang selamat dari insiden tergulingnya bus di KM 687, Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Dengan wajah masih menyisakan luka, Michel menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Saat itu, bus yang ia tumpangi melaju dengan kondisi penumpang penuh.
"Awalnya bus terasa oleng. Saya sempat berpikir mungkin sopir menghindari sesuatu. Tapi tiba-tiba langsung terguling," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com saat Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jombang.
Baca juga: Bus Restu Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, 15 Terluka dan Ada Korban Tewas
Menurutnya, kejadian berlangsung begitu cepat. Dalam hitungan detik, kepanikan melanda seluruh penumpang saat badan bus terbalik.
Beberapa penumpang berteriak, sementara yang lain berusaha menyelamatkan diri di tengah kondisi gelap dan sempit di dalam kabin.
"Terguling itu seperti menghindari sesuatu, jadi langsung terbalik gitu," katanya.
Michel mengaku tidak sempat menyelamatkan barang bawaannya. Fokusnya saat itu hanya keluar dari bus dan memastikan dirinya selamat.
Ia mengalami luka di bagian wajah dan sempat kesulitan berjalan saat dievakuasi petugas ambulance setibanya di RSUD Jombang.
"Saya dibantu petugas waktu turun dari ambulance," katanya.
Bus tersebut diketahui tengah melayani perjalanan dengan rute menuju Surabaya dan Madiun. Michel sendiri merupakan salah satu penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke dua kota tersebut.
XTadi kecelakaannya kurang lebih sekitar jam 18.00 WIB mau ke 18.30 WIB. Kecelakaan tunggal," ungkapnya.
Perwakilan Corporate Communications Astra Infra Toll Road Jombang-Mojokerto, Dela Rosita, menyampaikan bahwa kecelakaan ini merupakan kecelakaan tunggal.
Berdasarkan keterangan awal, bus terperosok ke median jalan hingga melintang dan sempat mengganggu arus lalu lintas di dua jalur.
"Jumlah penumpang diperkirakan sekitar 35 orang," bebernya.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan dan pendataan lebih lanjut.