Sistem radar untuk peringatan dini di Pangkalan Udara Al-Dhafra milik Amerika Serikat (AS) di Uni Emirat Arab terkena serangan dan hancur total.
Selain itu, Iran juga menargetkan pangkalan udara militer Israel di seluruh wilayah.
Mengutip Al Mayadeen pada (3/4), hal ini diumumkan dalam pernyataan juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.
Adapun, serangan Iran ini diluncurkan pada Kamis (2/4/2026) pagi waktu setempat.
Rinciannya, Iran menargetkan sejumlah pangkalan udara Israel seperti Tel Nof, Palmachim, dan Ben Gurion, serta lokasi militer di beberapa kota besar lainnya.
Serangan juga dilaporkan mengenai pangkalan militer AS di kawasan.
Termasuk Ahmad Al-Jaber, Ali Al-Salem, dan Al-Kharj, serta menghancurtotalkan sistem radar di Al-Dhafra, Uni Emirat Arab.
Sementara itu, di dalam negeri, Iran mengklaim berhasil menembak jatuh beberapa drone musuh di Shiraz dan di wilayah barat laut melalui sistem pertahanan udaranya.
Iran juga menargetkan Pangkalan Al-Azraq di Yordania dengan drone.
Di mana, yang disebut sebagai pusat operasi udara dan pengintaian.
Juru bicara itu juga memperingatkan akan pembalasan lebih keras jika serangan berlanjut, serta mengimbau warga sipil menjauhi lokasi terkait AS dan Israel.