Siswa di Kudus Tolak MBG,Bikin Surat untuk Presiden Prabowo: Minta Anggaran MBG Untuk Tunjangan Guru
Rustam Aji April 03, 2026 09:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Seorang siswa SMK di Kabupaten Kudus menulis surat untuk Presiden Prabowo Subianto. Isi suratnya berupa penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan jika memungkinkan dana MBG yang seharusnya dikeluarkan untuk siswa tersebut agar dialihkan untuk tunjangan gurunya.


Siswa tersebut bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi. Dia merupakan siswa kelas XI jurusan Desain Komunikasi Visual SMK NU Miftahul Falah Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Isi surat tersebut juga diunggah di akun Instagram pribadinya @arsya_graph sembari menautkan akun milik Tiyo Ardianto.

Dalam keterangan unggahannya juga menandai akun Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming, Ahmad Luthfi, Taj Yasin, Bupati Kudus Sam'ani, dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton.


Sampai saat ini, unggahan di Instagram tersebut mendapatkan 12 ribu tanda hati dan 447 komentar dengan dominasi dukungan atas surat yang disampaikan oleh siswa tersebut.

Baca juga: Anggaran Semua Kementerian Bakal Dipangkas, Kecuali MBG Jalan Terus

Dalam suratnya, Arsya menyampaikan aspirasi pribadinya bahwa masih banyak guru termasuk di SMK NU Miftahul Falah tempatnya belajar yang belum mendapatkan kesejahteraan yang layak. 

Di saat yang sama pemerintah mengalokasikan anggaran yang besar untuk program MBG.


"Melalui surat ini saya menyampaikan aspirasi pribadi. Saya menyatakan untuk menolak MBG untuk diri saya. Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya," tulis surat tersebut.


Arsya yang kini duduk di bangku kelas XI masih memiliki waktu sekitar satu setengah tahun belajar di SMK. Dalam suratnya, selama sisa masa belajarnya jika dihitung dengan sederhana maka akan ketemu 18 bulan dikalikan 25 hari dikalikan Rp 15 ribu. Maka ketemulah angka Rp 6.750.000.


"Bagi saya pribadi angka tersebut mungkin tidak mengubah banyak hal, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi guru. Saya mohon alihkan jatah saya untuk kesejahteraan guru saja," tulis surat Arsya.


Saat dihubungi Tribunjateng.com, Arsya membenarkan bahwa surat tersebut benar darinya. Yang mendorongnya untuk menulis surat kepada Prabowo lantaran dia memikirkan kesejahteraan guru honorer yang dinilai kalah dengan kesejahteraan yang diterima pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca juga: Peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara ke-455, Aksi Minum Dawet Ayu Masuk Rekor MURI

"Saya berinisiatif untuk diri saya sendiri supaya anggaran yang diberikan kepada saya diganti supaya untuk menambah gaji guru honorer. Supaya gaji guru honorer lebih layak untuk digaji," kata Arsya melalui sambungan telepon.


Dia menilai, kemajuan suatu bangsa berawal dari pendidikan. Dan pendidikan bertumpu pada dedikasi para guru.


"Katanya mau buat Indonesia emas. Kalau MBG menurut saya tidak membuat pintar dan semua berasal dari guru yang baik supaya anak dididik lebih baik," kata Arsya. (goz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.