Kecelakaan Bus Restu Terperosok 1 Meninggal 15 Luka-luka, Proses Penyelamatan Berlangsung Dramatis
muslimah April 03, 2026 09:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, JOMBANG - Kecelakaan tunggal menimpa Bus Restu di ruas Tol Jombang-Mojokerto KM 689+500 jalur A arah Surabaya, tepatnya di wilayah Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) malam itu saat ini masih dalam penyelidikan polisi.

Bus yang mengangkut sekitar 34 hingga 35 penumpang itu dilaporkan kehilangan kendali sebelum akhirnya terperosok ke median jalan.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Pantura Brebes, Truk Tabrak PCX Dua Tewas

Baca juga: Empat Pemuda Simpan Sabu 15 Gram Diciduk Polisi saat Ngumpul di Rumah Kontrakan Caruban Kendal 

Akibatnya, badan bus melintang dan sebagian masuk ke jalur B, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas dari dua arah.

Dilaporkan seorang penumpang tewas, 15 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di RSUD Jombang.

Humas Astra Tol Jomo, Dela Rosita, mengungkapkan proses evakuasi berjalan lancar meski sempat terkendala posisi kendaraan yang melintang di badan jalan.

"Kendaraan mengalami kecelakaan tunggal dengan posisi akhir melintang. Bagian depan bus bahkan masuk ke jalur berlawanan," kata Dela saat dikonfirmasi Tribunjatim.com.

Petugas segera melakukan pengamanan dengan memasang rambu peringatan serta mengatur arus kendaraan guna mencegah kecelakaan lanjutan.

Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, petugas tol, dan layanan darurat dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban serta menyingkirkan kendaraan dari badan jalan.

Proses penanganan berlangsung dramatis mengingat posisi bus yang melintang dan menutup sebagian jalur.

Meski penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan, keterangan awal dari kondektur menyebutkan bus melaju di jalur A sebelum tiba-tiba kehilangan kendali dan masuk ke median.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap faktor penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kesalahan manusia, kondisi kendaraan, maupun faktor jalan.

"Pengelola tol memastikan prosedur keselamatan telah dijalankan selama proses penanganan, termasuk pengamanan area dan pengalihan arus sementara," ungkapnya.

Pengguna jalan tol diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hari.

"Kepatuhan terhadap batas kecepatan serta memastikan kondisi kendaraan tetap prima menjadi kunci untuk menghindari kecelakaan serupa," pungkasnya.

Insiden ini juga menarik perhatian masyarakat sekitar, hingga pengguna jalan, termasuk Nur Chabib (35) yang mengaku terkejut banyak ambulance yang menuju ke arah Tol.

"Tadi sedang ngopi, kaget kok tiba-tiba banyak ambulans yang melaju ke arah tol. Setelah saya cek, ternyata ada kecelakaan bus," katanya.

Pihak terkait menyatakan akan terus memperbarui informasi seiring perkembangan penyelidikan dan kondisi para korban. (Tribun Jatim)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.