SURYA.co.id, JOMBANG - Update kecelakaan tunggal bus Restu di Tol Jombang-Mojokerto KM 689+500, Kamis (2/4/2026) malam, yang menewaskan satu orang dan puluhan lainnya luka-luka.
Bus bernomor polisi N 7088 UG itu diduga mengalami pecah ban belakang kanan sehingga oleng, terperosok ke median, lalu terguling dengan posisi melintang berlawanan arah.
Bus Restu melaju dari arah barat ke timur sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.
Akibat pecah ban, pengemudi kehilangan kendali.
Baca juga: UPDATE Laka Bus Restu di Tol Jombang-Mojokerto, Satu Orang Meninggal dan 15 Luka-luka
Bus sempat oleng ke kanan, kemudian terperosok ke median jalan hingga terguling dan berhenti melintang dengan posisi menghadap berlawanan arah.
Kanit PJR Jatim III, AKP Sudirman, menjelaskan dugaan sementara mengarah pada faktor teknis kendaraan.
"Diduga ban belakang kanan pecah sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan dan masuk ke median jalan," ucapnya kepada SURYA.co.id, Jumat (3/4/2026).
Baca juga: Cerita Michel Penumpang Asal Surabaya, Detik-detik Bus Restu Terguling di Tol Jombang-Mojokerto
Dalam peristiwa tersebut, seorang penumpang bernama Esra Sri T (64), warga Madiun, dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Selain itu, sedikitnya 11 orang mengalami luka berat dan puluhan lainnya luka ringan.
Salah satu korban luka berat adalah kondektur bus, Syamsudin (49), warga Badas, Kediri, yang mengalami patah tangan kiri dan saat ini menjalani perawatan intensif.
Seluruh korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Jombang, di antaranya RS Al Aziz Jombang, RS Islam Jombang, dan RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis.
Bus yang mengangkut sekitar 34 penumpang tersebut mengalami kerusakan parah setelah terguling di parit median jalan. Bagian bodi kendaraan dilaporkan ringsek cukup serius.
Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga menimbulkan kerugian materiil. Kerusakan pada bus ditaksir mencapai sekitar Rp 40 juta.
"Sementara itu, kerusakan fasilitas jalan tol seperti rambu dan tanaman median masih dalam proses pendataan oleh pihak pengelola," ujarnya melanjutkan.
Petugas gabungan dari kepolisian dan pengelola tol segera melakukan evakuasi di lokasi kejadian, termasuk mengevakuasi korban serta menyingkirkan badan bus menggunakan kendaraan derek.
Saat kejadian, arus lalu lintas dilaporkan dalam kondisi lancar dengan cuaca cerah.
Namun, faktor kelayakan teknis kendaraan, khususnya kondisi ban, diduga menjadi penyebab utama kecelakaan.
Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani Unit Laka Lantas Polres Jombang.
Polisi juga masih menyelidiki lebih lanjut kemungkinan adanya faktor kelalaian maupun unsur lain yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.
"Kami mengimbau kepada perusahaan otobus dan pengemudi untuk rutin melakukan pengecekan kendaraan sebelum beroperasi, guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari," pungkasnya.
Michel Gilbert, pria asal Surabaya, penumpang bus Restu yang menjadi korban menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Saat itu, bus yang ia tumpangi melaju dengan kondisi penumpang penuh.
"Awalnya bus terasa oleng. Saya sempat berpikir mungkin sopir menghindari sesuatu. Tapi tiba-tiba langsung terguling," ucapnya saat dikonfirmasi SURYA.co.id saat Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jombang.
Menurutnya, kejadian berlangsung begitu cepat. Dalam hitungan detik, kepanikan melanda seluruh penumpang saat badan bus terbalik.
Beberapa penumpang berteriak, sementara yang lain berusaha menyelamatkan diri di tengah kondisi gelap dan sempit di dalam kabin.
"Terguling itu seperti menghindari sesuatu, jadi langsung terbalik gitu," katanya.
Michel mengaku tidak sempat menyelamatkan barang bawaannya.
Fokusnya saat itu hanya keluar dari bus dan memastikan dirinya selamat.
Ia mengalami luka di bagian wajah dan sempat kesulitan berjalan saat dievakuasi petugas ambulans setibanya di RSUD Jombang.
"Saya dibantu petugas waktu turun dari ambulans," katanya.