Antre Tiap Hari, Polisi Keluarkan Motor Thunder Tangki Modifikasi dari Antrean SPBU Pekkabata
Abd Rahman April 03, 2026 02:47 PM

 

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Puluhan sepeda motor tangki modifikasi di SPBU Pekkabata, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulwesi Barat (Sulbar), dikeluarkan dari barisan atrean oleh polisi.

Pasalnya di tengah kondisi kelangkaan BBM di Polman, para pengendara menggunakan tangki modifikasi diduga tiap hari ikut antrean.

Nampak polisi memeriksa sejumlah sepeda motor yang bertangki besar, seperti sepeda motor Zusuki Thunder, Honda Mega Pro dan sejumlah motor lainnya.

Baca juga: Gubernur Sulbar SDK Sebut PPPK Bisa Diselamatkan Lewat Skema Potong Gaji

Baca juga: Harga BBM Pengecer di Polman Melambung Tinggi, Mahasiswa Desak Evaluasi Distribusi

Aksi patroli SPBU ini digela pada Jumat (3/4/2026) pagi tadi.

Polisi langsung meminta kepada pengguna sepeda motor tangki modifikasi itu keluar dari barisan antrean.

Seperti sepeda motor Thunder memiliki kapasitas tangki besar namun terdapat kran air pada bagian tangki bawah.

Petugas menduga krang air pada tangki bawah itu merupakan modifikasi untuk keluarganya BBM dari tangki.

Cara itu digunakan pengecer BBM, ikut antre di SPBU gunakan tangki modifikasi, nantinya BBM diperoleh dapat dikeluarkan.

Sepeda motor tangki modifikasi ini dilarang untuk ikut barisan antrean, petugas mengeluarkannya dari area SPBU.

Antrean panjang di SPBU Pekkabata ini sudah terjadi sejak satu pekan terakhir, ratusan kendaraan antre BBM.

Pengawas SPBU Pekkabata, Rusli mengatakan sepeda motor tangki modifikasi memang dilarang untuk dilayani.

"Karena itu kita minta bantuan kepolisian untuk razia tangki modifikasi, kita turun langsung mengawasi juga," kata Rusli kepada wartawan.

Dia menyebut aturan dari Pertamina melarang keras untuk dilayani tangki modifikasi.

Apapun bentuk sepeda motornya kata Rusli, jika ditemukan adanya modified harus dikeluarkan dari barisan antrean.

Rusli menyebut beberapa hari ini banyak warga ikut antre membawa tangki modifikasi.

"Sehingga kita juga perketat pengawasan, karena pembelian tangki modifikasi ini juga dapat merugikan masyarakat," ungkapnya.

Dia menyampaikan selama ini stok BBM di SPBU Pekkabata capai 24 ton dalam satu hari tanpa adanya kenaikan harga.

Rusli menyebut antrean membludak ini karena adanya kepanikan warga akan adanya kelangkaan dan kenaikan harga.

Serta rata-rata warga saat ini membeli BBM meningkat, dari sesuai kebutuhan hingga harus isi ful tangki.

Kini antrean kendaraan sepanjang 4 Kilometer (Km), berjejer mengambil sebagian bahu jalan.

Akibatnya arus lalu lintas di sepanjang Jl Andi Depu, Kelurahan Pekkabata ini alami kemacetan parah.

Nampak personel Patroli Motor (Patmor) Polres Polman ikut mengatur antrean kendaraan.

Membludaknya antrean ini sudah berlangsung selama tiga hari terakhir, namun semakin padat tiap harinya.

Pihak SPBU Pekkabata menyebut stok BBM tipa harinya mencapai 24 ton, serta harganya tidak alami perubahan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.