Tak Ingin Mengemis Perihal Nafkah Cerai dari Insan, Wardatina Mawa Sesumbar Berjuang Demi Anak
Achmad Maudhody April 03, 2026 02:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak ingin mengemis perihal nafkah cerai, Wardatina Mawa sesumbar berjuang demi anak.

Tengah menjalani proses cerai, selebgram Wardatina Mawa sempat disorot imbas nominal tuntutan nafkah terhadap suaminya, Insanul Fahmi.

Dalam gugatan cerainya, Mawa mengajukan tuntutan nafkah mut'ah dan iddah bernilai tak kecil yakni uang Rp100 juta dan emas 45 gram.

Fakta isi tuntutan itu sempat diungkap oleh pihak Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan, Sumatera Utara yang menangani perkara cerai tersebut.

Dalam perspektif Islam, diketahui nafkah iddah wajib diberikan suami kepada mantan istri selama masa tunggu (iddah) setelah perceraian.

Sedangkan nafkah mut'ah adalah pemberian dari suami kepada istri yang diceraikan sebagai bentuk penghormatan, penghiburan, atau kompensasi setelah perceraian.

Selain itu, Mawa juga menuntut nafkah untuk anak semata wayangnya sebesar Rp39 juta per bulan.

Namun hingga sidang mediasi digelar di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan beberapa waktu lalu, belum ada kesepakatan terkait nafkah tersebut.

Pihak Insanul nampak terkesan keberatan dengan nominal yang diajukan oleh wanita yang dinikahinya selama tujuh tahun itu.

Melihat hal itu, wanita 26 tahun ini, sudah mempersiapkan rencana lain.

Wanita bercadar ini, mengaku pasrah dengan keadaan jika Insanul tidak bisa mengusahakan terkait nafkah tersebut. Ia tak ingin terpaku apalagi terkesan mengemis soal nafkah usai cerai.

"Kalau perceraian ada nafkah mutah, nafkah iddah, nafkah bulanan. Aku nggak bisa bahas ya. Cuman nanti diputuskan sama hakim," ucap Mawa, dikutip dari Youtube Insertlive, Jumat (3/4/2026).

"Yang jelas aku menyesuaikan untuk memberi nominal. Tapi kalaupun emang tidak diusahain sama dia its okay nggak papa," ungkapnya lagi.

Baca juga: Nominal Imbalan Dibocorkan, Selebgram Safa Marwah Tolak Ajakan Video Call Suami Clara Shinta

Alih-alih protes, ibu satu anak ini, malah merasa harus bisa terlihat semakin kuat demi buah hatinya.

Tak mau bersedih lagi, Mawa berjanji akan terus berjuang dan mengusahakan demi kehidupan anak yang lebih baik.

Kini ia tidak mau berharap pada siapa pun, terlebih pada Insanul.

"Yang penting tujuan aku mau berjuang untuk anak aku sendiri dan nggak berharap sama siapapun. 

Insyallah aku juga bisa berdiri di kaki aku sendiri demi anak aku," tuturnya.

Kini seolah sudah membaca sinyal-sinyal ketidaksanggupan Insanul, Mawa bertekad akan lebih berjuang untuk bisa menghidupi dirinya sendiri dan sang putra.

"Persetujuan atau tidaknya agak lebih privasi. Aku nggak mau buka aib. Yang jelas setelah persidangan itu berarti aku harus lebih berjuang hari demi hari. Karena yang pasti untuk anak aku juga," tutupnya.

Reaksi Pihak Insanul soal Tuntutan Nafkah

Kuasa hukum Insanul Fahmi, Ardiansyah Hasibuan menegaskan nominal nafkah Mut'ah dan Iddah senilai Rp 100 juta dan 45 gram logam mulia baru sebatas  permohonan dari pihak penggugat.

Ditegaskan lagi, hal itu bukan sebuah ketetapan hukum yang sudah final.

Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim untuk menilai kewajaran dari angka yang diminta.

"Jadi kalau untuk yang Rp100 juta itu kan bentuknya permohonan. Bukan ketetapan," kata Ardiansyah, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (26/3/2026).

"Nah, maka itu permohonan itu wajar atau tidak wajarnya nanti majelis hakim yang memutuskan gitu," sambungnya.

Terkait tuntutan fantastis tersebut, Ardiansyah menyebut tak dibahas saat sidang cerai beragendakan mediasi di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, saat itu sidang membahas soal hak asuh anak.

"Karena tadi mediasi tidak ada menyinggung ke sana," ujar Ardiansyah.

"Nah, karena dia menyinggung ke dalam perasaan hati, masalah putusnya pernikahan dengan hak asuh anaknya. Yang lainnya tidak," tambahnya.

Mawa Janji Buka Akses Temui Anak

Mantap ingin cerai, Wardatina Mawa memastikan dirinya nanti tetap memberikan akses bagi Insan untuk bertemu dengan anaknya.

Mengingat pada sidang sebelumnya, telah disepakati bahwa hak asuh anak akan jatuh ke tangan Mawa.

"Akses untuk ketemu itu pasti ada."

"Aku tetap welcome nggak pernah membatasi," ucap Mawa, dikutip dari YouTube Insertlive, Jumat (3/4/2026).

Mawa meminta Insan untuk tak membahas permasalahan yang telah lalu.

Ia ingin fokus jalani kehidupan ke depan setelah adanya huru-hara masalah rumah tangga.

"Pokoknya kita nggak usah lihat yang dulu-dulu, kita melihat yang ke depan aja," ujarnya.

Menurut Mawa, hubungannya dengan Insan setelah cerai nanti juga harus tejalin baik untuk masalah anak.

Meskipun nantinya bukan menjadi suami-istri lagi.

"Kita juga harus saling komunikasi dengan baik untuk perihal anak, harus," kata ibu satu anak itu.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.