Penyaluran KUR Perumahan di Jateng Tertinggi pada Januari-Maret, Angka Kebutuhan Rumah Masih 1 Juta
rika irawati April 03, 2026 03:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah menjadi provinsi tertinggi dalam penyalur kredit usaha rakyat (KUR) perumahan dengan nilai menembus angka Rp2,3 triliun pada periode 1 Januari hingga 1 April 2026.

Nilai kredit rumah paling besar disumbang Kabupaten Brebes sebesar Rp131,5 miliar, Kabupaten Banyumas Rp117,4 miliar, dan Kabupaten Sragen Rp115,6 miliar. 

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Jawa Tengah kini tengah mengejar angka kebutuhan rumah (backlog) perumahan.

Luthfi menyebut, sisa backlog perumahan sekitar 1.058.454 unit pada tahun 2026.

"Hingga tahun 2025, kami sudah kurangi backlog perumahan di angka 274.514 unit," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).

Baca juga: Pemprov Jateng Klaim Jalan Provinsi Mulus, Keluhan Jalan Rusak Merupakan Milik Kabupaten

Dalam mengatasi persoalan itu, Luthfi melakukan pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruar Sirait, di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Kepada menteri PKP, Luthfi mengusulkan sejumlah program prioritas di antaranya, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Batang, Banyumas, Jepara, dan Kota Semarang, serta pembangunan rumah susun.

"Iya, kami usulkan BSPS 2026, penanganan kawasan kumuh dan pembangunan rumah susun," paparnya.

Potensi Sentra Genting

Menteri PKP Maruar Sirait mengapresiasi kinerja pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait penyaluran kredit perumahan tertinggi di Indonesia.

Tidak hanya kredit perumahan, Jawa Tengah juga mencatat performa impresif pada program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi.

Baca juga: Kesempatan bagi Warga Pati Punya Rumah Bersubsidi: Kuota Masih Banyak, DP Mulai Rp500 Ribu Per Bulan

Pada 2025, realisasi FLPP di Jateng mencapai 24.470 unit, menempatkannya di posisi kedua secara nasional.

"Kami mendorong peningkatan target FLPP pada 2026 menjadi 40 ribu unit," katanya.

Selain membahas pembenahan kawasan kumuh di Jateng dan rumah susun, Maruarar menyoroti potensi besar sentra genting atau atap dari tanah liat di Jawa Tengah, khususnya di Kebumen dan Jepara.

Pihaknya tertarik mengoptimalkan potensi tersebut untuk mendukung program perumahan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

"Genting dari Jawa Tengah akan kita manfaatkan agar UMKM ikut tumbuh," bebernya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.