TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Bensin eceran di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) masih berada diharga normal.
Meski di tengah isu kelangkaan, pedagang eceran BBM di pinggir jalan di wilayah Desa Tobadak belum merasa adanya kelangkaan di SPBU.
Sehingga mereka masih menjual normal dengan harga Rp 13 ribu per botol (isi satu liter).
Baca juga: Antre Tiap Hari, Polisi Keluarkan Motor Thunder Tangki Modifikasi dari Antrean SPBU Pekkabata
Baca juga: Gubernur Sulbar SDK Sebut PPPK Bisa Diselamatkan Lewat Skema Potong Gaji
Berbeda dengan harga bensin eceran di Polman yang berada di harga Rp25 ribu-Rp 30 ribu.
Wilayah Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, menjadi salah satu titik yang menunjukkan harga BBM eceran tidak terpengaruh isu nasional.
Seorang pemilik kios bernama Rana mengungkapkan bahwa hingga saat ini harga pertalite eceran di kiosnya tidak mengalami kenaikan.
Pembeli masih bisa membeli pertalite dengan harga Rp13.000 per liter.
"Alhamdulillah tidak ada kenaikan," ujar Rana ditemui di kiosnya, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Jumat (3/4/2026).
Tak hanya di kios warga, stabilitas harga juga terpantau di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Mamuju Tengah.
Kasriadi, pengawas SPBU Polohu, menegaskan bahwa harga BBM baik subsidi maupun non subsidi masih sesuai ketentuan dan tidak ada kenaikan.
"Tidak ada kenaikan," jelas Kasriadi.
Kondisi ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Mamuju Tengah yang masih bisa menikmati BBM dengan harga wajar.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan dipastikan aman. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah