Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dipulangkan Akhir Pekan Ini
Wahyu Widiyantoro April 03, 2026 04:20 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon dijadwalkan tiba di Tanah Air pada akhir pekan ini. 

Pemerintah saat ini tengah mengupayakan slot penerbangan di tengah keterbatasan akses transportasi di wilayah konflik.

Tiga prajurit tersebut merupakan bagian dari 756 prajurit perdamaian asal Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sejak 2025. 

Dua di antaranya, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, gugur pada 30 Maret 2026 dalam serangan terhadap konvoi kendaraan ketika menyediakan dukungan logistik di dekat Bani Hayyan, Lebanon Selatan. 

Seorang prajurit lainnya, Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, gugur ketika sebuah proyektil meledak di dekat pos UNIFIL di Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan, sehari sebelumnya.

Baca juga: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dalam Rentang Waktu 24 Jam

Upacara Penghormatan

Kemlu dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa pada 2 April 2026, telah dilaksanakan upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia tersebut di Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon. 

Upacara dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia.

Dalam suasana penuh keprihatinan ini, Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memastikan proses repatriasi dapat berlangsung secara cepat, aman, dan lancar. 

Pemulangan jenazah diharapkan dapat dilakukan dalam pekan pertama April 2026.

Proses repatriasi dalam situasi konflik memiliki tantangan tersendiri. 

Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta memerlukan waktu setidaknya 17 jam. 

Namun, saat ini, intensitas kontak senjata di berbagai titik kawasan, termasuk akibat meningkatnya serangan Israel di Lebanon Selatan, tidak hanya menimbulkan keterbatasan pergerakan, tetapi juga menjadikan setiap langkah sebagai pertaruhan keselamatan

Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan proses pemulangan berjalan dengan sebaik-baiknya. 

Repatriasi merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur, sekaligus wujud tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan. 

Doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia menjadi penguat dalam mengiringi kepulangan para pahlawan bangsa.

Minim Penerbangan

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa pemberangkatan jenazah dari Lebanon diperkirakan berlangsung pada Jumat atau Sabtu.

"Pemberangkatan kemungkinan kalau tidak hari Jumat (3/4/2026), akan dilaksanakan hari Sabtu (4/4/2026) karena minimnya penerbangan yang ada di daerah konflik di Teluk saat ini," ujar Rico di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (2/4/2026), ujarnya dikutip dari Kompas.com.

Di luar tiga prajurit yang gugur, terdapat pula lima prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia yang terluka dalam insiden yang sama, yakni Kapten Sulthan Wirdean Maulana, Kopral Rico Pramudia, Kopral Arif Kurniawan, Kopral Bayu Prakoso, dan Kadet Deni Rianto.

(TribunLombok.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.