TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerbitkan hasil rekapitulasi gempa bumi tektonik magnitudo 7,6 yang berpusat di Pulau Mayau, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) kemarin.
Hingga Jumat (3/4/2026) pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukan adanya 422 aktivitas gempa bumi susulan.
Di mana dari 422 gempa tersebut 14 gempa ikut dirasakan masyarakat dengan magnitudo maksimum 5,8.
BMKG menyebut gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kami 2 April berpotensi trunami.
Getaran gempa yang sangat kuat terasa di Malukut Utara, Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Termasuk di Ternate, Kecamatan Ibu, Kota Manado, Kota Gorontalo, Boalemo, dan Pohuwato
"Intensitas maksimum V-VI MMI di Ternate Dampak sementara tercatat 1 orang meninggal dunia, puluhan unit bangunan beserta kantor mengalami rusak sedang, di area Manado, Minahasa, Ternate dan sekitarnya," terang BMKG.
Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum membeber data terkini terkait korban gempa bumi di Manado.
Sebit dia, di Gedung KONI Sario Manado terdapat dua korban.
Satu tewas dan satu luka-luka.
"Ada pula seseorang yang melompat dari lantai dua sebuah bangunan, namun ia sudah diperiksa dan luka tak begitu parah," kata dia.
Korban lainnya adalah seseorang yang tengah berlari di seputaran jalan Pierre Tendean Manado.
Ia jatuh terhuyung. Sebut dia, itu masih data sementara.
Pihaknya masih mengupdate data kerusakan maupun korban.
Rasid Poli, seorang saksi mata menuturkan, saat kejadian ia tengah mencangkul di samping kanopi gedung KONI. (Art/Riz)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK