Antisipasi Kekeringan, Mas Rusdi Siapkan Strategi Jangka Pendek dan Panjang di 3 Kecamatan
Haorrahman April 03, 2026 06:35 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyiapkan strategi jangka pendek hingga jangka panjang untuk mengantisipasi ancaman kekeringan di sejumlah wilayah rawan di Kabupaten Pasuruan.

Langkah itu mulai dimatangkan melalui rapat koordinasi bersama camat, kepala desa, hingga kepala dusun di Kantor Kecamatan Lumbang, Kamis (2/4/2026) siang.

Fokus utama pembahasan adalah memastikan ketersediaan air bersih bagi warga, khususnya di wilayah yang setiap tahun terdampak musim kemarau, seperti Kecamatan Lumbang, Pasrepan, dan Winongan.

Mas Rusdi, sapaan akrabnya, menegaskan pemerintah tidak ingin bersikap reaktif saat kekeringan sudah terjadi.

Baca juga: Terapkan Manajemen Talenta dalam Pengisian JPT, Dewan Apresiasi Langkah Pemkab Pasuruan

Ia menekankan pentingnya perencanaan matang sejak awal, agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Jangan sampai warga kesulitan air. Sekarang memang belum masuk puncak kemarau, tapi persiapan harus dilakukan dari sekarang,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Pemkab Pasuruan memaparkan dua skema penanganan.

Untuk jangka pendek, distribusi air bersih akan dilakukan secara rutin ke desa-desa terdampak.

Baca juga: Mas Rusdi Apresiasi APINDO dan Buruh Jaga Iklim Investasi di Kabupaten Pasuruan

Skema ini disiapkan sebagai langkah cepat untuk menjaga pasokan air bagi masyarakat.

Sementara untuk jangka panjang, pemerintah merancang pembangunan infrastruktur pendukung, seperti tandon air permanen berkapasitas besar serta optimalisasi sumber air terdekat yang dinilai potensial.

“Ke depan, kita tidak hanya mengandalkan dropping air. Harus ada solusi permanen, seperti tandon besar dan pemanfaatan sumber air yang ada. Ini yang sedang kita siapkan,” ujarnya.

Upaya tersebut, kata fia, tidak bisa berjalan sendiri, karena pemerintah membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari perangkat daerah hingga pemerintah desa, agar berjalan efektif dan berkelanjutan.

Baca juga: Pengisian JPT di Pasuruan Gunakan Skema Manajemen Talenta, Lebih Cepat dan Efisien Anggaran

“Sinergi itu penting. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan seperti ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat sedikitnya 13 desa masuk kategori rawan kekeringan.

Rinciannya, lima desa di Kecamatan Lumbang, enam desa di Kecamatan Pasrepan, dan satu desa di Kecamatan Winongan.

Total warga terdampak di wilayah tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 17 ribu jiwa atau sekitar 6 ribu kepala keluarga.

“Dengan pemetaan yang telah dilakukan, kami berharap penanganan kekeringan tahun ini bisa lebih terarah,” tegasnya.

Politisi muda Partai Gerindra ini menyebut, penanganan tidak hanya bersifat darurat, tetapi mampu memberi solusi jangka panjang bagi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.