Bukittinggi,- (ANTARA) - Wali Kota Bukittinggi, Sumatera Barat Ramlan Nurmatias memperkuat jejaring diplomasi Internasional dengan Belanda-Jerman, dalam rangka menyukseskan peringatan 100 tahun Jam Gadang tahun 2026.

Menurut Ramlan Nurmatias di Bukittinggi, Jumat, sebagai bagian dari penguatan hubungan historis tersebut, Pemkot Bukittinggi menyampaikan undangan kepada perwakilan keluarga Ratu Wilhelmina untuk dapat hadir pada puncak peringatan 100 tahun Jam Gadang, mengingat Jam Gadang dibangun sebagai hadiah dari Ratu Belanda pada masa kolonial.

"Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pertemuan bersama Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen dan Wakil Duta Besar Jerman yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu," kata Ramlan.

Pertemuan tersebut difasilitasi dan turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya diplomasi daerah (city diplomacy) dalam memperluas kerja sama internasional di bidang budaya, sejarah dan literasi.

Pertemuan ini menjadi langkah penguatan narasi sejarah maupun promosi pariwisata internasional, mengingat keterkaitan historis Jam Gadang dengan Eropa khususnya pada teknologi mesin jam yang memiliki kemiripan dengan Big Ben.

Dalam dialog bersama pihak Belanda, pembahasan difokuskan pada penguatan aspek historis pembangunan Jam Gadang.

Selain dikenal sebagai karya arsitek lokal Minangkabau, bangunan ini juga memiliki nilai sejarah internasional, termasuk penggunaan mesin jam yang berasal dari Jerman.

Untuk itu, Pemkot Bukittinggi mendorong adanya kerja sama dalam memperoleh akses terhadap arsip dan dokumen asli pembangunan Jam Gadang periode 1925&1926 yang tersimpan di Belanda.

"Peringatan 100 tahun Jam Gadang tidak hanya akan menjadi seremoni semata, tetapi dikemas sebagai momentum strategis untuk mengangkat Bukittinggi ke panggung internasional melalui penguatan budaya dan literasi," katanya.

Salah satu agenda unggulan adalah penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke 4 yang akan digelar pada 3 hingga 7 Juni 2026.

Festival ini, sebutnya, dirancang sebagai ajang kolaborasi global dengan menghadirkan delegasi dari berbagai 40 negara.

Sejumlah kegiatan utama yang telah disiapkan antara lain Seminar Internasional Diplomasi Bukittinggi-Amsterdam yang mengulas hubungan historis dan budaya kedua wilayah.

Seminar Internasional Arsitektur dan mesin Jam Gadang yang membahas keunikan teknis serta nilai warisan budaya, serta Jam Gadang Cultural berupa pertunjukan seni kolosal di kawasan ikon kota.

"Selain itu, akan digelar pameran 100 foto perjalanan sejarah Jam Gadang dari masa ke masa sebagai bentuk dokumentasi visual perkembangan kota. Berbagai kegiatan pendukung juga akan memeriahkan peringatan ini, pembacaan puisi, launcing buku, lomba fotografi dan perlombaan lainnya," katanya.

Selain itu juga memasukkan agenda seminar nasional sejarah kota yang mengangkat peran strategis Bukittinggi sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

"Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa sekaligus memperkuat karakter kebangsaan," katanya.