TRIBUNJAMBI.COM - BMKG Jambi mendeteksi 16 hotspot di wilayah Provinsi Jambi.
Berdasarkan data pemantauan satelit pada Jumat, 3 April 2026 pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB, terdapat 16 hotspot yang terdeteksi di beberapa wilayah di Provinsi Jambi dengan tingkat kepercayaan sedang.
Titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Batang Hari, Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur.
Baca juga: 11 Titik Panas Terpantau di Jambi, Terbanyak di Batang Hari dan Muaro Jambi
Di wilayah Batang Hari, titik panas terpantau di Bajubang.
Di wilayah Merangin titik panas terpantau di Pamenang.
Di wilayah Muaro Jambi, titik panas terpantau di Kecamatan Kumpeh Ulu dan Mestong.
Berdasarkan keterangan yang dirilis BMKG, beberapa hotspot berada di area sumur minyak milik Pertamina.
Di Wilayah Sarolangun, titik panas terpantau di Bathin VIII dan Pauh.
Sementara itu, di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, titik panas terdeteksi di Kecamatan Betara dan Bram Itam.
Pada wilayah ini, sebagian titik panas juga teridentifikasi berada di area aktivitas industri.
Lalu di daerah Tanjung Jabung Timur titik panas terdeteksi di Mendahara Ulu.
BMKG menjelaskan bahwa seluruh titik panas yang terdeteksi pada pemantauan tersebut memiliki tingkat kepercayaan sedang, yaitu pada kisaran 30 hingga 79 persen.
Informasi titik panas ini diperoleh dari hasil pemantauan satelit seperti SNPP dan NOAA20 yang digunakan untuk mendeteksi potensi titik panas di permukaan bumi.
Data ini menjadi salah satu indikator awal dalam memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Jambi.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.