- Presiden AS, Donald Trump, mengakui bahwa kapal induk nuklir USS Gerald R. Ford diserang oleh pasukan Iran di Laut Merah. Akibat serangan tersebut, kapal induk terbesar milik Amerika Serikat itu terpaksa mundur untuk menyelamatkan diri.
Trump menyebut serangan terjadi secara terkoordinasi dan menggambarkannya sebagai situasi yang sangat serius. Menurut keterangannya, kapal diserang dari berbagai arah yang diperkirakan datang dari 17 titik berbeda.
Ia juga mengutip laporan dari komandan kapal yang menyebut situasi saat itu sangat genting. "Mereka ada di sini, mereka ada di sana. Kami lari menyelamatkan diri, semuanya sudah berakhir," kata Trump menggambarkan kepanikan saat insiden terjadi.
Pasca-serangan, kapal dilaporkan mengalami kebakaran hebat yang menyebabkan ratusan awak kapal terdampak akibat menghirup asap. Kapal induk tersebut kini telah ditarik dari wilayah operasi dan sedang menjalani perbaikan intensif di kawasan Eropa.
Insiden ini semakin meningkatkan tensi ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama antara Iran, Amerika Serikat, dan para sekutunya.