Kota Bogor (ANTARA) - Sebanyak 190 warga Bogor menjalani vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) sebagai upaya mencegah kanker serviks yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Vaksinasi yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bogor bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor ini berlangsung di Gedung Laboratorium BPOM Bogor, Jumat.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi tersebut sebagai langkah konkret dalam menekan angka kematian akibat kanker serviks, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan sejak dini.
“Secara nasional terdapat sekitar 37.000 kasus baru, bahkan 20.700 kematian atau sekitar 56 kematian per hari. Artinya, data ini memang menjadi perhatian serius,” ujar Jenal.
Ia menekankan upaya pencegahan melalui vaksinasi harus diiringi dengan edukasi yang masif kepada masyarakat, mengingat kanker serviks kerap tidak terdeteksi pada tahap awal.
“Kanker ini sulit diidentifikasi secara kasat mata. Untuk itu, diperlukan edukasi yang masif serta langkah-langkah pencegahan yang tepat agar masyarakat bisa lebih waspada,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPOM di Bogor Jeffeta Pradeko Putra menyatakan bahwa vaksinasi HPV merupakan langkah nyata untuk menekan angka kematian akibat kanker serviks yang masih tinggi, khususnya di wilayah Bogor.
Ia memastikan vaksin yang digunakan telah memenuhi standar keamanan kesehatan dan pelaksanaan vaksinasi dilakukan melalui kerja sama dengan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Bogor.
“Kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Vaksinasi HPV ini merupakan langkah nyata untuk menurunkan angka kematian akibat kanker serviks,” ujarnya.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dewan Pengurus Korpri Nasional Nomor SE-10/KU/XI/2025 tentang Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN, serta dalam rangka peringatan HUT Ke-25 BPOM dan HUT Ke-26 Dharma Wanita Persatuan.
Di tempat yang sama, Ketua Bidang Pendidikan dan Penyuluhan YKI Kota Bogor Meira Sophia mengungkapkan bahwa angka kasus kanker masih menunjukkan tren peningkatan, termasuk di Jawa Barat dan Kota Bogor.
“Di Provinsi Jawa Barat, pada 2021 tercatat 3.941 kasus. Sementara di Kota Bogor pada 2025 terdapat 1.951 kasus kanker, dengan 103 orang di antaranya meninggal dunia,” ujarnya.
Ia menambahkan, lima jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat Kota Bogor meliputi kanker payudara, serviks, kolorektal, prostat, dan paru-paru.
“Data ini menegaskan bahwa kanker bukan hanya masalah medis, tetapi juga masalah sosial dan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian lintas sektor,” katanya.





