Tedhak Siten Artinya, Tedak Siten Artinya, Tata Cara Pelaksanaan Tedhak Siten, Perlengkapan, Tahapan
Nolpitos Hendri April 03, 2026 09:17 PM

Baca juga: Ringkasan PPKN Pendidikan Pancasila Kelas 9 Bab 4 Kurikulum Merdeka Materi Tradisi dan Budaya Bangsa

A. Arti Kata Tedhak Siten atau Arti Tedak Siten

Secara istilah, tedhak siten artinya atau arti kata tedhak siten dan arti kata tedak siten atau tedak siten artinya adalah sebuah tradisi kuno dalam masyarakat Jawa yang memiliki makna mendalam, terutama dilaksanakan ketika seorang bayi mulai belajar menginjakkan kaki di tanah untuk pertama kalinya.

Secara etimologis, tedhak siten artinya atau arti kata tedhak siten dan arti kata tedak siten atau tedak siten artinya berasal dari bahasa Jawa, "tedhak" berarti turun atau menapakkan kaki, dan "siten" berasal dari kata "siti" yang berarti tanah atau bumi.

Jadi, secara bahasa atau secara harfiah, tedhak siten artinya atau arti kata tedhak siten dan arti kata tedak siten atau tedak siten artinya adalah turun atau menapakkan kaki ke tanah atau bumi.

Upacara Tedhak Siten mengandung harapan besar dari orang tua agar kelak anak mereka tumbuh menjadi individu yang berguna bagi keluarga, bangsa, dan negara.

Tradisi ini juga menjadi simbol kesiapan anak untuk menghadapi kehidupan yang penuh tantangan, dengan harapan agar mereka kuat dan mampu berdiri sendiri.

Selain itu, upacara ini merupakan wujud rasa syukur atas perkembangan anak yang mulai mengenal lingkungan dan belajar berjalan.

Pelaksanaan Tedhak Siten biasanya dilakukan ketika bayi berusia sekitar tujuh bulan atau 245 hari, saat mereka mulai belajar duduk dan berjalan.

Prosesi ini diawali dengan berbagai ritual, seperti memandikan anak dengan air bunga setaman yang melambangkan penyucian, serta mengenakan pakaian adat sebagai simbol harapan akan keberkahan.

Puncak dari upacara ini adalah ketika anak diarak untuk menginjakkan kakinya pada tujuh tumpukan bahan yang berbeda, yang melambangkan persiapan anak untuk menjalani kehidupan yang baik dan sukses.

Tradisi ini seringkali diiringi dengan doa-doa dari orang tua dan sesepuh agar anak senantiasa diberikan kelancaran dan keselamatan.

B. Tata Cara Pelaksanaan Tedhak Siten

Upacara Tedhak Siten merupakan tradisi Jawa yang dilaksanakan ketika bayi pertama kali belajar menginjakkan kaki di tanah.

Tradisi ini sarat makna, melambangkan harapan orang tua agar anak tumbuh kuat, mandiri, dan berguna bagi masyarakat.

Pelaksanaan upacara ini biasanya dilakukan saat bayi berusia sekitar tujuh hingga delapan bulan, ketika mereka mulai menunjukkan kemampuan untuk duduk dan mencoba berjalan.

1. Rangkaian Prosesi Tedhak Siten

Prosesi inti dari Tedhak Siten adalah ketika bayi dibawa keluar rumah untuk menginjakkan kakinya pada serangkaian bahan yang berbeda.

Bahan-bahan ini memiliki makna simbolis yang mendalam, mencerminkan harapan dan doa orang tua untuk masa depan anak.

2. Tujuh Tumpukan Bahan

Bayi akan diarak untuk menginjakkan kaki pada tujuh tumpukan bahan.

Bahan-bahan ini umumnya meliputi : 

- jenang (melambangkan kehidupan yang manis)

- tanah (kekuatan dan kesuburan)

- padi dan beras (kemakmuran)

- dedaunan (kebijaksanaan)

- bunga (keindahan dan keharuman)

- pasir (ketekunan)

Setiap pijakan memiliki filosofi tersendiri yang diharapkan dapat membentuk karakter anak.

3. Perlengkapan Upacara (Ubarampe)

Untuk melaksanakan upacara Tedhak Siten, diperlukan berbagai perlengkapan yang memiliki makna simbolis, di antaranya adalah : 

- Jadah tujuh warna: Melambangkan kehidupan yang penuh warna dan harapan.

- Tangga dari tebu: Simbol kelancaran dan kemudahan dalam meniti kehidupan.

- Kurungan: Biasanya berbentuk seperti kurungan ayam, di dalamnya diisi berbagai benda seperti alat tulis, mainan, atau hasil bumi. Ini melambangkan persiapan anak untuk menghadapi berbagai aspek kehidupan dan memilih jalan hidupnya kelak.

- Air bunga setaman: Digunakan untuk memandikan atau membasuh kaki bayi, melambangkan penyucian dan harapan agar anak memiliki hati yang bersih.

- Udhik-udhik: Uang receh dan beras kuning yang disebar, sebagai simbol kemurahan hati dan harapan agar anak kelak gemar bersedekah.

- Makanan tradisional: Seperti pisang raja, ayam panggang, tumpeng, jenang-jenangan, dan jajanan pasar, yang disajikan sebagai wujud rasa syukur dan berbagi kebahagiaan dengan tamu yang hadir.

4. Tahapan Pelaksanaan Tedhak Siten

Pelaksanaan Tedhak Siten umumnya dilakukan saat bayi berusia sekitar tujuh hingga delapan bulan, ketika mereka mulai bisa duduk dan mencoba berdiri atau berjalan.

Tahapan-tahapan utamanya meliputi : 

- Persiapan Awal: Bayi dimandikan dengan air bunga setaman dan dipakaikan pakaian adat yang indah.

- Prosesi Menginjakkan Kaki: Bayi diarak untuk menginjakkan kakinya pada tujuh tumpukan bahan yang berbeda, yang masing-masing memiliki makna filosofis.

- Memasukkan ke Kurungan: Bayi kemudian dimasukkan ke dalam kurungan yang telah disiapkan, di mana ia akan memilih salah satu benda di dalamnya. Pilihan benda ini dipercaya dapat mencerminkan minat atau bakat anak di masa depan.

- Penyebaran Udhik-udhik: Dilanjutkan dengan penyebaran udhik-udhik kepada anak-anak dan orang dewasa yang hadir.

- Jamuan Makan: Acara diakhiri dengan hidangan makanan tradisional untuk para tamu.

Meskipun terdapat sedikit perbedaan dalam detail pelaksanaan antar daerah, inti dari tradisi Tedhak Siten tetap sama, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur dan harapan orang tua agar anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan berbakti.

4. Makna Simbolis dan Harapan

Selain prosesi menginjakkan kaki, upacara ini juga melibatkan berbagai ritual dan ubarampe (perlengkapan upacara) yang sarat makna.

Pelaksanaan Tedhak Siten secara keseluruhan merupakan simbol bimbingan orang tua kepada anak dalam meniti kehidupan.

Melalui ritual ini, orang tua menyampaikan harapan agar anak mampu menjalani kehidupan dengan baik, kuat menghadapi segala tantangan, dan kelak menjadi pribadi yang sukses serta bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Tradisi ini juga menjadi wujud rasa syukur atas perkembangan fisik dan spiritual anak, serta upaya melestarikan warisan budaya leluhur.

Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id

Demikian penjelasan tentang tedhak siten artinya atau arti kata tedhak siten dan arti kata tedak siten atau tedak siten artinya serta tata cara pelaksanaan tedhak siten hingga perlengkapan upacara tedhak siten dan tahapan pelaksanaan tedhak siten .

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.