Terlalu Bergantung dengan 3 Wakil, Rexy Mainaky Kritik Pemain Pelapis Jelang BAC 2026
Dwi Setiawan April 03, 2026 09:18 PM

TRIBUNNEWS.COM - Legenda bulu tangkis Indonesia yang menjabat sebagai Direktur Kepelatihan Sektor Ganda Malaysia, Rexy Mainaky, memberikan kritik pedas kepada pemain pelapis Negeri Jiran menjelang bergulirnya Badminton Asia Championships (BAC) 2026.

Berlangsung di Ningbo, China, pekan depan. Rexy menilai ketergantungan pada pemain andalan harus segera diakhiri jika Malaysia tidak ingin sekadar menjadi penggembira di turnamen elite.

Rexy mengibaratkan kondisi skuad ganda Malaysia saat ini seperti sebuah pasukan perang yang pincang jika merangkum NST.

Ia tidak ingin beban medali hanya bertumpu pada pundak andalannya seperti Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Pearly Tan/M. Thinaah, serta Chen Tang Jie/Toh Ee Wei

Rekan Herry IP ini memberikan gambaran dari delegasi lain yang dinilai punya kedalaman skuad cukup merata. Sehingga tak ada situasi di mana mereka hanya bertumpu pada wakil andalan.

"Negara-negara seperti China dan Korea Selatan punya kedalaman skuad yang luar biasa. Mereka tidak cuma mengandalkan satu atau dua nama saja," tegas Rexy.

lihat foto
PEARLY/THINAAH - Ganda putri Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan saat bertanding di Badminton Asia Championships 2025 babak 32 besar pada 9 April 2025 di Ningbo Olympic, China. (Foto: Badminton Asia)

Meski para pilar utama tersebut konsisten menyumbangkan hasil, pola ketergantungan ini cukup berbahaya.

"Kita juga punya banyak pemain berbakat, jadi kita tidak bisa terus-menerus hanya bergantung pada Aaron/Wooi Yik, Pearly/Thinaah, atau Tang Jie/Ee Wei," tambahnya.

Jurang Pemisah Antara Andalan dan Pelapis

Rexy menyoroti fenomena ganjil yang terjadi di pelatnas.

Menurutnya, secara teknis dan porsi latihan, para pemain pelapis mendapatkan perlakuan yang sama persis dengan para pemain top. Namun, hasil di lapangan sering kali berbicara lain.

Ada sebuah tembok besar yang memisahkan mereka, yakni kekuatan mental.

"Yang membedakan mereka hanyalah mentalitas. Mereka harus memiliki kepercayaan diri dan keyakinan bahwa mereka berada di level yang sama dan mampu memberikan hasil saat momen krusial tiba," ujar Rexy.

Baca juga: Kejutan Pahit Menuju BAC 2026: Dua Pemain Badminton Andalan China Umumkan Pensiun

Baginya, mengirimkan rombongan besar ke medan laga tanpa kesiapan mental sama saja dengan membuang-buang amunisi.

"Kita mengirim 100 tentara ke medan perang, tapi hanya dua atau tiga orang saja yang benar-benar siap bertarung memperebutkan gelar."

Menanti Kejutan di BAC 2026

Menjelang BAC yang dimulai pekan depan, sorotan tajam mengarah pada Chia/Soh yang berstatus sebagai juara bertahan.

Tekanan publik tentu sangat masif. Oleh karena itu, Rexy menuntut aksi nyata dari pasangan pelapis seperti Man Wei Chong/Tee Kai Wun serta Wan Arif Wan Junaidi/Yap Roy King untuk ikut memikul beban tersebut.

"Sebagai pelatih, kami menetapkan target tinggi karena kami melihat kemampuan mereka. Pemain-pemain ini sudah pernah mengalahkan penghuni top 10 bahkan ranking 1 dunia sebelumnya, jadi potensinya jelas ada," ungkap Rexy.

Ia menekankan bahwa masalah utamanya bukan pada raket, melainkan pada pikiran.

"Persoalannya sekarang adalah apakah pola pikir mereka sesuai dengan keyakinan yang kami miliki," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.