Koalisi Pejalan Kaki Siap Patungan Perbaiki JPO Rusak Bila Jakarta Tak Punya Anggaran
Rr Dewi Kartika H April 03, 2026 11:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Koalisi Pejalan Kaki mengkritik Pemprov DKI Jakarta karena membiarkan JPO di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur rusak hingga bertahun-tahun.

Sudah tiga tahun terakhir kondisi JPO rusak berat karena hampir seluruh badan jembatan berkarat, lantai yang ringkih saat dipijak, hingga lampu penerangan dan atap rusak.

Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus mengatakan bila Pemprov DKI Jakarta tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki maka warga siap melakukan patungan untuk memperbaiki.

"Kalau memang Jakarta enggak punya dana untuk itu, Koalisi Pejalan Kaki siap menggalang dana untuk bisa urunan, patungan begitu untuk revitalisasi," kata Alfred, Jumat (3/4/2026).

Pasalnya JPO termasuk fasilitas publik yang dibutuhkan untuk menunjang mobilitas pejalan kaki dan pengguna transportasi umum, sehingga keberadaannya dibutuhkan.

Tapi berdasarkan data Koalisi Pejalan Kaki setidaknya ada 30 JPO dengan kondisi rusak berat atau disebut JPO aborsi, termasuk JPO di area Terminal Kampung Rambutan.

JPO aborsi yakni JPO yang harus dirobohkan, untuk kemudian dibangun ulang dengan konstruksi lebih baik atau justru ditiadakan dan diganti dengan zebra cross atau pelican crossing.

"Berapa sih (dana perbaikan JPO)? Kami minta Pemprov hitung aja deh begitu. Bukannya kita sok-sokan mau ini, tapi kan ini (JPO) dipergunakan oleh jutaan orang kan perharinya," ujarnya.

Alfred menuturkan dalam waktu dekat rencananya Koalisi Pejalan Kaki akan meninjau secara langsung JPO Terminal Kampung Rambutan yang dikeluhkan warga karena kondisinya.

Menurut Koalisi Pejalan Kaki Pemprov DKI Jakarta patutnya memberikan perhatian yang sama kepada seluruh fasilitas publik, tidak hanya menitikberatkan pada kawasan seperti Sudirman-Thamrin.

Terlebih Terminal Kampung Rambutan merupakan simpul penghubung moda transportasi massal, baik bus antar kota antar provinsi, antar kota antar dalam provinsi, Transjakarta, Mikrotrans, LRT.

"Jadi kami dari Koalisi Pejalan Kaki menyatakan kalau DKI Jakarta enggak punya anggaran, ngomong saja ke warganya. Warganya masih siap kok patungan bangun itu," tuturnya.

Sebelumnya kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur dikeluhkan warga karena kondisinya rusak berat dan tak terawat.

Hampir seluruh anak tangga hingga lantai JPO dipenuhi karat, bahkan pada beberapa titik kondisi lantai tampak sangat ringkih sehingga pejalan kaki merasa waswas saat melintas di lokasi.

Sementara lampu yang terpasang pada JPO Terminal Kampung Rambutan pun tampak sudah rusak, atau tidak lagi berfungsi membantu penerangan bagi pejalan kaki saat malam hari.

Padahal JPO yang berada di area antar kota dalam provinsi (AKDP) Terminal Kampung Rambutan menghubungkan antara halte Transjakarta dengan area park and ride di terminal.

Dikonfirmasi terkait kondisi JPO, pihak Terminal Kampung Rambutan menyatakan bahwa JPO di area AKDP yang kondisinya rusak tersebut merupakan aset Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain mengatakan berdasarkan informasi sementara JPO pada area AKDP itu rencananya dibongkar Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).

"Info terakhir itu (JPO aset) milik Bina Marga, dan juga ada info mau di bongkar oleh BPAD," kata Revi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.