Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wakil Gubernur (Wagub) NTT Johni Asadoma berharap perayaan Paskah yang dirayakan ini bisa membawa semangat pengorbanan.
"Semoga perayaan Paskah ini memberikan kita satu semangat pengorbanan, diri untuk umat," ujarnya, Jumat (3/4/2026) di Kupang.
Baginya seseorang perlu mengorbankan berbagai kepentingan pribadi dari waktu hingga materi untuk saling melayani dan memperhatikan. Semangat itu, kata dia, telah dilakukan Yesus bagi umat manusia.
"Jadi semangat itu harus kita resapi dalam kita merayakan Paskah ini. Semangat untuk melayani dan berkorban untuk sesama," katanya.
Baca juga: Refleksi Paskah 2026: Liturgi yang Harus Dirayakan, Interupsi yang Memberdayakan
Mantan Kapolda NTT itu berharap agar perayaan Paskah tidak dilakukan dengan hura-hura sekaligus membantu menjaga keamanan dan ketertiban serta kerukunan antar sesama.
Apalagi, kata dia, dalam situasi ekonomi dunia yang tidak pasti ini. Masyarakat agar bisa mengendalikan diri dan tidak lakukan aktivitas yang tidak penting.
"Kita harus menjaga diri apabila ada gejolak dalam beberapa minggu kedepan," katanya.
Johni meminta publik, khususnya di NTT agar lebih bersiap diri menghadapi ketidakpastian dunia. Pemerintah menurut dia, sudah memberi arahan untuk bisa berhemat dan mandiri dalam pangan.
Hal itu bertujuan menjaga kestabilan dalam negeri, terutama di NTT jika guncangan global lebih besar. Purnawirawan Polri itu mengajak masyarakat NTT agar mendoakan kondisi ini secepatnya kembali normal.
Dikatakan, gejolak geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai mulai berdampak pada perekonomian global, termasuk potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Situasi ini harus kita sikapi dengan kesiapan. Penggunaan energi harus lebih efisien dan tidak boros,” ujarnya.
Johni Asadoma mengungkapkan, lonjakan harga BBM di sejumlah negara sudah terjadi secara signifikan, termasuk di Australia. Meski Indonesia masih mampu menjaga stabilitas harga, risiko kenaikan tetap ada jika konflik berkepanjangan.
Selain penghematan energi, ia menekankan pentingnya kemandirian pangan. Masyarakat diminta memanfaatkan lahan kosong untuk menanam komoditas pangan seperti sayur dan buah sebagai cadangan kebutuhan rumah tangga.
“Kita patut bersyukur Indonesia sudah mandiri dalam produksi beras dan jagung. Di Sulamu, Kabupaten Kupang, kita berhasil panen 5.000 ton jagung dari lahan 1.000 hektar,” kata mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri itu.
Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan Polri dalam program pertanian mulai menunjukkan hasil nyata, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Dalam menghadapi potensi krisis, kata dia, masyarakat agar bisa menghemat penggunaan BBM dan energi secara menyeluruh. Bahkan, opsi penggunaan kayu bakar sebagai alternatif memasak disebut perlu dipertimbangkan jika kondisi semakin sulit.
Selain itu, publik diminta menekan pengeluaran yang tidak mendesak dan fokus pada kebutuhan pokok.
“Belanja harus diprioritaskan. Yang tidak penting sebaiknya ditunda,” tambah dia.
Dari sisi kebijakan, ujar dia, Pemprov NTT akan melakukan penyesuaian anggaran dengan memprioritaskan program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik. Sementara itu, proyek fisik non-urgen akan ditunda.
Johni juga mengajak masyarakat menjaga solidaritas sosial serta memperkuat toleransi antar warga di tengah situasi global yang tidak menentu.
Dia berharap upaya diplomasi yang dilakukan negara-negara seperti Arab Saudi dan Mesir dapat segera meredakan konflik.
“Selain berdoa, kita harus memperkuat kemandirian. Hemat energi dan kuatkan pangan adalah kunci menghadapi situasi ini,” katanya. (fan)