Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengimbau warga tak mendekat garis polisi di lokasi SDN 2 Sribit, Dukuh Bekuning, Kecamatan Delanggu, Klaten yang atapnya ambruk.
Sebagai informasi, Atap bangunan SDN 2 Sribit roboh pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 12.20 WIB, sesaat setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai.
Kepala Sekolah Sri Rejeki menjelaskan, saat kejadian ruang kelas dalam kondisi kosong karena siswa telah pulang dan para guru sedang menggelar rapat di kantor membahas tes kemampuan akademik (TKA).
Akibat insiden tersebut, satu ruang kelas, yakni kelas dua, mengalami kerusakan cukup parah.
Baca juga: Bupati Hamenang Gerak Cepat Tangani SDN 2 Sribit Ambruk, Siapkan Rehab dan Instruksi Cek Sekolah
Sementara dua ruangan lain yang berada di sekitarnya, yaitu kelas satu dan perpustakaan, turut terdampak.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Pantauan di lokasi, puing-puing material bangunan seperti kayu rangka atap, genteng, dan plafon berserakan di dalam ruang kelas.
Garis polisi telah dipasang di area terdampak, dengan petugas dari BPBD Kabupaten Klaten, Polsek Delanggu, serta pemerintah Desa Sribit berada di lokasi untuk penanganan lebih lanjut.
Bupati menegaskan langkah ini penting demi keselamatan.
"Maka dari itu, hari ini bersama teman-teman BPBD sudah hadir ngecek, kemudian dipasang police line dulu agar warga tidak mendekat (berbahaya)," ujarnya usai melihat kondisi sekolah, Jumat (3/4/2026).
Ia menyoroti fenomena warga yang ingin merekam kejadian.
"(Karena) hari ini itu kan apa-apa yang viral, penginnya semua merekam," katanya.
Menurutnya, tindakan tersebut justru berisiko.
"Sedangkan kalau merekam justru menimbulkan potensi (bahaya), nanti malah rawan terkena (reruntuhan), karena apapun itu bisa terjadi," lanjutnya.
Pemerintah daerah juga segera mengambil langkah lanjutan, termasuk pembersihan material berbahaya.
Baca juga: Atap SDN 2 Sribit Klaten Ambruk, Bupati Hamenang Turun Tangan, KBM Tetap Jalan
"Insyaallah ini ditangani besok Senin, ditangani dari teman-teman BPBD bekerja sama dengan relawan untuk menurunkan sisa (genteng dan kayu) yang ini rawan untuk kemudian roboh," jelasnya.
Selain itu, Pemkab Klaten telah bersurat ke Kementerian Dikdasmen untuk bantuan rehabilitasi.
Di sisi lain, bupati juga meminta seluruh sekolah melakukan pengecekan bangunan.
"Saya minta nanti Pak Sekda pada Senin (6/4/2026) untuk membuat surat edaran kepada seluruh kepala sekolah," ujarnya.
Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.
(*)