Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani ambruknya atap SDN 2 Sribit, Delanggu, Jumat (3/4/2026), dengan menyiapkan langkah darurat hingga rencana rehabilitasi bangunan.
Setibanya di lokasi, bupati didampingi BPBD, perangkat desa, kepolisian, hingga pihak sekolah langsung meninjau kondisi bangunan.
Ia tampak berdiskusi didepan garis polisi di area terdampak sambil menunjuk bagian atap yang rusak.
Reruntuhan kayu dan genteng terlihat menumpuk di dalam ruang kelas.
Sejumlah bagian atap lainnya juga tampak rawan roboh.
Baca juga: Atap SDN 2 Sribit Klaten Ambruk, Bupati Hamenang Turun Tangan, KBM Tetap Jalan
Dari hasil pengecekan awal, Bupati Hamenang menyebut bangunan terakhir direhabilitasi pada 2005.
Ia menambahkan, faktor usia bangunan diduga menjadi penyebab utama.
"Disisi lain mungkin struktur bangunannya sudah tua, sehingga untuk menahan genteng ini yang (berat) kemudian menjadi lebih mudah untuk roboh," lanjutnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Klaten segera melakukan penanganan darurat dengan mensterilkan lokasi dan menyiapkan pembersihan material berbahaya.
"Insyaallah ini ditangani besok Senin (6/4/2026) ditangani dari teman-teman BPBD bekerja sama dengan relawan untuk menurunkan sisa (genteng dan kayu) yang ini rawan untuk kemudian roboh," jelasnya.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga mulai mengupayakan rehabilitasi bangunan.
"Di sisi lain kita sudah langsung bersurat dengan Kementerian Dikdasmen untuk kemudian bisa ada (bantuan) rehab," ujarnya.
Ia menambahkan, jika bantuan pusat belum tersedia, opsi pembiayaan dari daerah juga disiapkan.
Baca juga: Atap SDN 2 Sribit, Klaten Ambruk BPBD Temukan Dugaan Kayu Lapuk
"Kalau tidak bisa ya nanti coba kita berproses BTT (Belanja Tidak Terduga) untuk kemudian bisa rehab ini (bangunan rusak)," imbuhnya.
Sebagai langkah pencegahan, bupati juga menginstruksikan evaluasi kondisi bangunan sekolah di seluruh wilayah Klaten.
"Saya minta nanti Pak Sekda pada Senin (6/4/2026) untuk membuat surat edaran kepada seluruh kepala sekolah," tegasnya.
Instruksi tersebut ditujukan agar setiap sekolah segera melakukan pengecekan struktur bangunan masing-masing.
(*)