Tak Hanya Akademik, Pengalaman Siswa dan Orangtua Tentukan Loyalitas pada Lembaga Pendidikan
Wahyu Aji April 04, 2026 12:17 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepuasan dan loyalitas dalam sektor pendidikan tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kualitas akademik atau metode pengajaran di dalam kelas.

Pengalaman menyeluruh yang dirasakan siswa dan orangtua sepanjang perjalanan belajar memiliki peran yang sama pentingnya bahkan dapat menjadi faktor penentu dalam membangun hubungan jangka panjang.

Praktisi pendidikan Lismaryanti menekankan, pengalaman tersebut mencakup berbagai titik interaksi, mulai dari kesan pertama saat mencari informasi, proses pendaftaran dan administrasi, hingga pendampingan selama proses belajar berlangsung. 

“Setiap detail interaksi ini membentuk persepsi, yang pada akhirnya memengaruhi tingkat kepercayaan dan keterikatan emosional terhadap institusi pendidikan,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Ia menilai pendekatan customer experience  semakin relevan di tengah persaingan dunia pendidikan yang kian ketat.

Lembaga pendidikan tidak hanya dituntut unggul secara akademis, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman yang konsisten dan bermakna bagi setiap pemangku kepentingan.

Dalam konteks ini, customer experience menjadi pembeda yang sulit ditiru. Ketika pengalaman mampu menyentuh aspek emosional siswa dan orang tua, kepercayaan akan terbentuk secara alami dan berkembang menjadi loyalitas.

“Penerapan customer experience di sektor pendidikan bukan lagi sekadar pelengkap layanan, melainkan bagian dari strategi dalam membangun reputasi dan menjaga keberlanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengalaman layanan yang baik dapat meninggalkan kesan yang kuat dan tidak mudah dilupakan. Hal ini turut memengaruhi bagaimana pelanggan menilai sebuah lembaga dalam jangka panjang.

Sejumlah studi, termasuk dari Harvard Business Review, menunjukkan bahwa kualitas layanan berkorelasi dengan pertumbuhan kinerja.

Perusahaan dengan tingkat pengalaman pelanggan yang tinggi cenderung memiliki loyalitas pelanggan lebih kuat serta efisiensi operasional yang lebih baik.

Dalam implementasinya, pendekatan customer experience  juga diikuti dengan upaya memahami karakter individu melalui metode seperti LIFO®.

Pendekatan ini digunakan untuk membantu menyesuaikan gaya interaksi, sehingga layanan yang diberikan lebih relevan dan efektif.

Upaya tersebut juga diterapkan oleh English 1 dalam penguatan kapasitas internal timnya.

"Sejumlah peserta menyampaikan bahwa pendekatan ini membantu mereka memahami perilaku individu serta membangun interaksi yang lebih tepat dalam mendukung pengalaman belajar siswa dan orangtua," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.